Serbu Kedubes AS, Ustad Matsuni Ditahan di Polda Metro
Selasa, 21 Feb 2006 10:17 WIB
Jakarta - Tak lari dari tanggung jawab dan tidak lepas tangan. Laskar Pembela Islam (LPI) yang mengaku menyerang Kedubes Amerika Serikat (AS) menyatakan bertanggung jawab dan akan menghadapi segala proses hukum yang dikenakan kepadanya.Hal tersebut disampaikan kuasa hukum Front Pembela Islam (FPI) dan Laskar Pembela Islam (LPI) Ari Yusuf Amir saat dihubungi detikcom melalui sambungan telepon, Selasa (21/2/2006).Ari menyatakan, insiden penyerbuan yang terjadi pada hari Minggu 19 Februari lalu merupakan inisiatif dari LPI yang merupakan organisasi independen dalam struktur FPI."Jadi saya tegaskan yang bertanggung jawab adalah LPI. LPI independen dan punya aturan organisasi sendiri. Mereka itu anak organisasi FPI, dan siap bertanggung jawab atas penyerangan kemarin," ujar Ari menjelaskan.Ari menambahkan, malam hari setelah penyerbuan tersebut, beberapa pengurus FPI dan LPI langsung mendatangi Polda Metro Jaya untuk menjelaskan kejadian yang sebenarnya, untuk menghindari kesimpangsiuran."Tidak benar kita lari dan tidak bertanggung jawab. Secara sukarela kami datangi Polda dan kita datangkan dengan sukarela 15 saksi dari laskar. Pimpinan laskar juga sudah menyatakan bertanggung jawab, dan sekarang dia ditahan," jelasnya.DitahanSenin 20 Februari, Imam LPI Ustad Matsuni beserta 15 orang saksi dari LPI menjalani pemeriksaan di Polda Metro Jaya. Pemeriksaan yang dilakukan selama belasan jam itu berakhir pada pukul 03.00 WIB hari ini."Proses penyidikan cukup fair. Yang ditahan yang bertanggung jawab. Kita juga minta polisi bertindak dengan independen, fair dan transparan," imbuhnya.Atas tudingan yang dialamatkan kepada FPI, Ari meminta semua pihak untuk melihat secara jernih akar persoalannya, bukan semata-mata pada insiden penyerbuannya saja."Yang pertama harus disalahkan bukan kejadian tersebut, tapi masalah yang membuat kejadian tersebut. Kalau tidak ada penghinaan dan penistaan terhadap Islam, tidak akan pernah ada kejadian tersebut. Jadi, akar permasalahan yang harus diambil sikap," cetusnya.Mengenai insiden tersebut, Ari menceritakan pada saat aksi unjuk rasa di Kedubes AS berakhir dan akan ditutup dengan doa, massa tidak langsung membubarkan diri, namun justeru berbalik dan melakukan penyerbuan."Itu di luar kuasa kami. Kita aksi damai, tapi masing-masing umat punya perbedaan pendapat tentang suatu sikap. Selain itu ada juga beberapa laskar dari ormas yang lain," katanya.
(fjr/)











































