Saksi Ungkap Stafsus Edhy Prabowo Minta Rp 5 M untuk Izin Benur

Zunita Putri - detikNews
Rabu, 24 Feb 2021 23:43 WIB
Sidang Eks Stafsus Edhy Prabowo Terkait Kasus Suap Benur
Sidang Eks Stafsus Edhy Prabowo Terkait Kasus Suap Benur (Zunita/detikcom)

Sementara itu, Safri, yang juga bersaksi di sidang, membantah keterangan Agus. Menurut Safri, di KKP untuk izin ekspor benur tidak ada biaya.

"Seingat saya, saya nggak biasa gitu, saya hanya bilang urus perizinan lengkapin. Nggak ada saya katakan perusahaan lain segini-gini tidak," kata Safri.

Dalam sidang ini yang duduk sebagai terdakwa adalah Direktur PT Dua Putera Perkasa Pratama (DPPP), Suharjito. Dia didakwa memberi suap ke Edhy Prabowo yang saat itu menjabat Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP). Suharjito disebut jaksa memberi suap ke Edhy sebesar Rp 2,1 miliar terkait kasus ekspor benur.

Jaksa menyebut uang suap diberikan ke Edhy melalui staf khusus menteri KKP Safri dan Andrau Misanta Pribadi, lalu Sekretaris Pribadi Edhy bernama Amiril Mukminin, dan Ainul Faqih selaku staf pribadi istri Edhy Prabowo Iis Rosita Dewi, dan Komisaris PT Perishable Logistics Indonesia (PT PLI) sekaligus Pendiri PT Aero Citra Kargo (PT ACK), Siswadhi Pranoto Loe. Suap diberikan agar Edhy mempercepat perizinan budi daya benih lobster ke PT DPPP.

Halaman

(zap/aik)