Kehilangan Jari, Saksi Ngaku Diserang Anak Buah John Kei di Jakbar

Luqman Nurhadi Arunanta - detikNews
Rabu, 24 Feb 2021 16:27 WIB
Nus Kei menjadi saksi di sidang kasus penyerangan kelompok John Kei di PN Jakbar
Foto: Luqman Arunanta/detikcom
Jakarta -

Jaksa menghadirkan anak buah Nus Kei bernama Angke Rumatora alias Frengky dalam sidang kasus John Kei. Frengky mengaku diserang anak buah John Kei sampai kehilangan jari di Duri Kosambi, Jakarta Barat (Jakbar).

Hal itu disampaikan Frengky dalam persidangan di Pengadilan Negeri Jakarta Barat, Jalan Letjen S Parman, Rabu (24/2/2021). Frengky menyebut diserang anak buah John Kei bernama Junta saat berboncengan naik motor dengan Erwin pada 21 Juni 2020 ketika menuju rumah Nus Kei di Green Lake City, Tangerang.

"Sampai di Kosambi kebetulan waktu itu macet, sebelah kanan saya ada Junta. Saya setop di pertigaan, bonceng almarhum (Erwin)," ujar Frengky dalam persidangan.

Frengky menyebut melihat Junta menyerangnya dengan golok. Dia mengaku diserang dua kali di bagian tangan dan kepala. Frengky sempat menahan serangan dengan tangan kiri sehingga membuatnya kehilangan 4 jari.

"Dibacok dua kali di tangan, kena jaket. Serang di kepala kena helm," ucap Frengky.

"Itu membuat 4 jari kiri cacat seumur hidup?" tanya hakim ketua Yulisar.

"Siap," ujar Frengky sembari menunjukkan jemari tangan kirinya.

Setelah diserang, Frengky mengaku melarikan diri ke sebuah warung. Dia menyebut tidak melihat Erwin, yang diketahui meninggal pada kejadian itu. Dia hanya mengetahui ada 4-5 orang yang mengejar Erwin.

"Setelah diserang saya sadar, saya melarikan diri ke warung warga, telepon ponakan untuk dijemput, minta bantuan Nus Kei," ucap Frengky.

Hakim ketua Yulisar kemudian mencecar Frengky apakah serangan terhadap dirinya berasal dari anak buah John Kei. Frengky pun menyakini serangan itu atas perintah John Kei.

"Dari mana tahu itu anak buah John?" cecar hakim.

"Ya anak buah John Kei. Atas perintah," jawab Frengky.

"Itu pendapat Saudara?" tanya hakim.

"Siap," ungkap Frengky.

Frengky juga membeberkan adanya ancaman dari John Kei kepada Nus Kei. Bahkan, dia menyebut ada sejumlah orang yang sudah survei ke rumah Nus Kei di Green Lake City, Tangerang.

"Ancaman itu secara lokasi, pernah survei rumah Nus. Saya tidak tahu siapa tapi ada yang ke sana, kurang-lebih selama 2 bulan," bebernya.

Frengky juga mendengar adanya ancaman lewat telepon sebelum kejadian. Dia menyebut ada daftar nama yang diancam untuk dibunuh, salah satunya Nus Kei.

"Di situ ada nama-nama target, sudah ada, untuk dibunuh. Saya tidak tahu siapa yang telepon," ujar Frengky.

Diketahui dalam kasus ini, John Kei didakwa lima pasal berlapis terkait kasus penyerangan di Green Lake City, Tangerang, dan Duri Kosambi, Jakarta Barat. Penyerangan dilakukan oleh kelompok John Kei terhadap kelompok Nus Kei. Kelima pasal tersebut meliputi pembunuhan berencana, penganiayaan, pengeroyokan hingga adanya korban jiwa, serta kepemilikan senjata api dan senjata tajam.

John Kei diancam dengan pidana Pasal 340 KUHP juncto Pasal 55 ayat 1 juncto Pasal 55 ayat 2 KUHP tentang pembunuhan berencana. Kemudian pada dakwaan kedua, Pasal 338 KUHP juncto Pasal 55 ayat 1 juncto Pasal 55 ayat 2 KUHP tentang pembunuhan.

Dakwaan ketiga, Pasal 170 ayat 2 KUHP juncto Pasal 55 ayat 1 KUHP tentang pengeroyokan menyebabkan korban meninggal dunia. Keempat, Pasal 351 ayat 2 KUHP juncto Pasal 55 ayat 1 juncto pasal 55 ayat 2 KUHP tentang penganiayaan. Kelima, Pasal 2 ayat 1 UU darurat RI 1951 juncto Pasal 55 ayat 1 KUHP tentang kepemilikan senjata api dan senjata tajam.

(run/dwia)