Penyintas Kanker Sembuh Berkat Herbal, Kini Buka Klinik Tanaman Obat

Yudistira Imandiar - detikNews
Rabu, 24 Feb 2021 17:06 WIB
Obat herbal
Foto: Agung Pambudhy/detikcom
Kabupaten Bandung -

Klinik Tanaman Obat (KTO) Sari Alam di Kecamatan Pasirjambu, Bandung, Jawa Barat membantu pengobatan penyakit dengan memanfaatkan racikan tanaman herbal. Klinik ini dibuat oleh seorang penyintas kanker yang selamat dari kondisi kritis setelah mengkonsumsi ramuan herbal.

Setelah pulih dari jeratan kanker selama kurang lebih empat tahun, Oday Kodariyah mendirikan KTO Sari Alam. Bukan untuk mencari keuntungan ekonomi, melainkan ia ingin menunjukkan bahan-bahan alami dapat membantu pengobatan penyakit dengan cara yang aman.

Delvi Tri Apriantin, anak ketiga Oday, berperan sebagai apoteker di KTO Sari Alam. Ia bercerita sang ibu sempat divonis dokter tidak mampu melanjutkan hidup. Kondisinya sudah di titik nadir, untuk minum pun sudah tak bisa.

Di saat kritis itu, lanjut Delvi, sang ibu mendapatkan saran dari kolega untuk mengonsumsi ramuan herbal. Beberapa tanaman yang digunakan, antara lain bawang sabrang, temu putih, ki urat, centella, hingga jawer kotok. Dengan izin Tuhan, ramuan herbal itu mengangkat Oday keluar dari masa kritis hingga mampu bertahan hidup sampai saat ini

"Dari sana Mamah sampai di titik di mana (menyadari) tanaman obat ini sangat berarti buat hidupnya. (Oday berpikir) Bagaimana caranya mau membuktikan kepada banyak orang tanaman obat ini sangat luar biasa," ungkap Delvi yang ditemui detikcom beberapa waktu lalu.

Oday tak sembarangan merekomendasikan obat herbal kepada orang-orang yang berobat kepadanya. Dia memang memiliki latar belakang pendidikan yang mendukung, yakni sertifikasi sebagai herbalis profesional.

Delvi mengatakan keluarganya memiliki lahan 23 hektare yang ditanami berbagai jenis tanaman herbal. Dulunya, ada 1.300 jenis tanaman di lahan milik Sari Alam. Namun, karena masalah ketidaksesuaian karakteristik lahan, saat ini hanya tersisa 900 jenis tanaman yang tumbuh di lahan tersebut.

Jebolan Fakultas Farmasi Universitas Padjajaran (Unpad) ini mengulas ada beberapa tanaman unggulan yang dibudidayakan di lahan KTO Sari Alam. Tanaman tersebut, di antaranya cakar ayam (Selaginella doederleinii hieron), rumput Mutiara (Hedyotis corymbose), pegagan (Centella asiatica), sambiloto (Andrographis paniculata), meniran (Phyllanthus urinaria), dan lainnya. Tanaman-tanaman tersebut diracik untuk pengobatan penyakit ringan sampai berat seperti kanker.

Delvi menjelaskan untuk penyakit yang sama bisa saja diberikan obat yang berbeda, karena menyesuaikan kebutuhan pasien. Misal, dua orang pasien sama-sama mengidap maag, tapi bisa saja keduanya diberikan obat berbeda.

Klinik pengobatan herbal di BandungKlinik pengobatan herbal di Bandung Foto: Agung Pambudhy/detikcom

"Beberapa tanaman diproduksi di luar daerah. Kebetulan (dikelola) saudara kami, tapi sebelumnya kami sudah berikan pelatihan bagaimana tanamnya, bagaimana memetiknya, sampai dapat (hasil) yang bagus," jelas Delvi.

Ia menambahkan KTO Sari Alam tidak hanya dijalankan oleh sang ibu. Ayah Delvi, Djajat Sudrajat berperan sebagai refleksiolog untuk membantu pasien mengetahui penyakitnya. Sementara itu, Delvi bertugas sebagai apoteker yang meracik ramuan herbal setelah penyakit pasien diketahui secara detail.

Dalam mengobati pasien, KTO Sari Alam mengedepankan pendekatan personal. Pasien tidak hanya berkonsultasi soal penyakit yang dialami dan diberi rekomendasi obat, melainkan digali latar belakang penyakit tersebut. Apakah bersumber dari gaya hidupnya, atau ada masalah lain seperti stres. Singkatnya, Oday juga menggali psikologis pasien yang mungkin mempengaruhi penyakit yang diidapnya.

"Kita di sini nggak sekadar orang bilang sakitnya apa lalu dikasih obat, enggak begitu. Pertama diperiksa sama papa, jadi ketahuan jelas penyakitnya apa. Baru habis itu sama mamah. Nah, di mama itu nggak cuma dijelasin sakitnya apa, tapi diajak ngobrol dicari tahu apakah itu karena lifestyle atau ada masalah lain. Jadi satu orang itu bisa dua jam konsultasi," terang Delvi.

Wanita berkacamata itu menambahkan pasien yang ingin berobat ke KTO Sari Alam mesti reservasi tiga hari sebelum datang. Sebab, dalam sehari maksimal hanya lima pasien yang bisa dilayani.

Sekadar diketahui untuk melancarkan bisnis tanaman obatnya, Delvi mengajukan pinjaman modal ke BRI unit Pasirjambu. Ia memanfaatkan fasilitas KUR BRI untuk pendanaan bisnis tanaman obatnya.

"Untuk pebisnis pemula (BRI) bisa jadi bank rekomendasi yang sangat baik untuk membantu usaha kita," ungkapnya.

detikcom bersama BRI mengadakan program Jelajah UMKM ke beberapa wilayah di Indonesia yang mengulas berbagai aspek kehidupan warga dan membaca potensi di daerah. Untuk mengetahui informasi lebih lengkap, ikuti terus beritanya di detik.com/tag/jelajahumkmbri.



Simak Video "Dari Rancabali sampai Pengalengan, untuk Kopi dan Strawberry."
[Gambas:Video 20detik]
(prf/ega)