Cerita Risma Bina 5 Pemuda Kecanduan Narkoba Hingga Sukses Buka Usaha

Kadek Melda Luxiana - detikNews
Rabu, 24 Feb 2021 15:43 WIB
Mensos Tri Rismaharini di Kantor BNN Jalan MT Haryono, Jakarta Timur, Rabu (24/2/2021) / Kadek Melda-detikcom
Mensos Tri Rismaharini di Kantor BNN Jalan MT Haryono, Jakarta Timur, Rabu (24/2/2021). (Kadek Melda/detikcom)
Jakarta -

Menteri Sosial (Mensos) Tri Rismaharini atau Risma menceritakan kisah lima pemuda korban penyalahgunaan narkotika asal Mojokerto yang dibinanya. Kelima pemuda itu, kata Risma, kini sukses membuka usaha kafe dan pembuatan sepatu.

Hal itu disampaikan Risma saat acara pemusnahan barang bukti narkotika di Kantor BNN Jalan MT Haryono, Jakarta Timur, Rabu (24/2/2021). Risma bertemu kelima pemuda itu saat dirinya sedang melakukan kunjungan ke Mojokerto sebulan yang lalu.

"Kebetulan satu bulan yang lalu saya berkunjung di Mojokerto, kemudian saya disampaikan saat itu oleh kelompok masyarakat yang mereka sangat concern narkotika napza khususnya pada anak-anak muda. Kemudian diserahkan lima anak ke kami yang dia adalah korban napza," kata Risma kepada wartawan.

Risma saat itu menanyakan kepada mereka ingin melakukan apa usai sembuh dari narkoba. Kelima orang itu kemudian menjawab ingin membuka usaha kafe dan toko sepatu. Risma lantas merawat mereka di salah satu balai pelatihan.

"Pada waktu ketemu dengan saya, sama sekali saya sulit berkomunikasi dengan mereka, mereka hanya menyampaikan kamu pengen apa saya sampaikan, kalau kamu sembuh. Saya pengen usaha ini kafe, saya pingin usaha buat sepatu dan kemudian kamu, ikut saya ya kita rawat. Dan alhamdulillah setelah sebulan saya menerima laporan baca WA mereka dirawat di salah satu balai kita dan ternyata saya melihat gelagatnya mereka sudah normal," ujarnya.

"Saya sampaikan, oke sekarang ini kita langsung tangani mereka, kita wujudkan cita-cita mereka dan Alhamdulillah saat ini kurang lebih sudah dua minggu saya meresmikan kafe dan mereka membuat sepatu," lanjutnya.

Risma menyampaikan usaha kafe dan pembuatan sepatu itu sudah sampai menciptakan lapangan kerja setelah seminggu usaha dibuka. Risma berharap kelimanya dapat pulih total dan tidak kecanduan dengan narkoba karena telah memiliki kesibukan bisnis.

"Bahkan yang saya heran mereka mulai sebelum saya, mereka sudah punya helper, jadi pegawai semacam begitu satu minggu mereka buat, mereka sudah ada yang kafe bisa sampai 5 orang. Dan kemudian sepatu ini ada yang punya 3 orang pegawai dan sebagainya, jadi artinya bisa. Jadi yang kita lakukan bagaimana mendetoksifikasi racun-racun yang ada di dalam tubuhnya diharapkan mereka bisa tidak kecanduan lagi," ucapnya.

Lebih lanjut, Risma menyampaikan jika para korban penyalahgunaan narkoba perlu dirangkul dan dibina agar bisa lepas dari kecanduan narkoba. Risma berharap masyarakat tidak memusuhi korban penyalahgunaan narkoba, sebab menurutnya, siapa pun bisa menjadi korban.

"Karena itu kita rangkul mereka kalau ternyata ada korban, mereka mungkin saat ini menjadi korban tapi korban itu bisa kena siapa saja. Siapa saja bisa terkena, karena itu mari kita nggak usah bersedih, mereka kita rangkul dan kemudian bagaimana kita bisa menyelamatkan mereka, sehingga mereka bisa terputus dari kecanduan dan bisa hidup normal seperti warga yang lain," kata Risma

"Itu yang mungkin kita harus mulai, jangan kita musuhi, karena saya percaya dan saya sangat yakin siapapun bisa terkena itu. Kalau kita rangkul kemudian mereka kita ajak untuk bisa kembali dan itu terbukti pada lima anak tadi. Saat ini kafenya ramai, sampai saya juga takut warga terganggu karena sampai jam dua malam masih ramai. Kemudian penjualan sepatu bagus, saya pantau terus. Sekali lagi bisa asal kita bersama-sama," imbuhnya.

(hel/hel)