Pemilu 2009 TNI Memilih, SBY dan Golkar Diuntungkan

Pemilu 2009 TNI Memilih, SBY dan Golkar Diuntungkan

- detikNews
Selasa, 21 Feb 2006 07:30 WIB
Jakarta - Seandainya tentara diberikan hak pilih dalam Pemilu 2009 mendatang, SBY dan Partai Golkar akan diuntungkan. Sebab, baik SBY maupun Golkar sama-sama memiliki dukungan dari TNI."Secara formal SBY itu menolak, karena banyak orang yang menolak. Jadi dia terlihat sebagai demokrat, tapi pura-pura menolaknya," ujar Direktur Lingkar Madani Untuk Indonesia (Lima) Ray Rangkuti, saat dihubungi detikcom, Selasa (21/2/2006).Ray menjelaskan, SBY yang memiliki latar belakang kemiliteran akan lebih mudah mendapat dukungan dari militer. Sedangkan Golkar diuntungkan karena banyaknya keterlibatan purnawirawan TNI yang dalam kegiatan kepartaian.Saat ini, Ray menilai masih banyak purnawirawan TNI yang ingin terjun dalam dunia politik dan memegang kekuasaan melalui pemilu 2009 nanti. "Sehingga mereka (purnawirawan) melemparkan wacana dipulihkannya hak pilih TNI dalam pemilu," kata dia.Ray berpendapat TNI belum memiliki profesionalitas dan independensi,sehingga belum layak menggunakan hak pilih pada Pemilu 2009. "Saat ini profesionalitas dan independensi TNI belum terpenuhi," tuturnya.Dua hal tersebut, menurut Ray, akan berimplikasi pada berubahnya tentara menjadi insan politik. Sehingga memang harus ada kesadaran pada diri tentara tentang demokrasi. "Apakah ini sudah disadari secara penuh, yang berakibat pada profesionalitas?," tanya Ray.Meskipun ada asas rahasia dalam pemilihan umum, Ray meragukan prajurit bisa bebas dari pengaruh dan tekanan para komandan. "Sangat mudah mengidentifikasi mereka memilih apa. Kalau ada pilihan selain kehendak komandan, akan berpengaruh terhadap internal mereka," cetusnya.Ia berpendapat, penggunaan hak pilih TNI baru bisa digunakan paling cepat pada Pemilu 2014 mendatang. "Itupun asumsinya dua syarat tadi, yaitu profesionalitas dan independensi dipenuhi," imbuhnya.Tidak diperbolehkannya tentara untuk memilih pada pemilu 2009 nanti, menurut Ray, seharusnya dijadikan cambuk bagi TNI untuk mereformasi dirinya. (ton/)


Berita Terkait