KKP Terbitkan Aturan Urai Kesemrawutan Kabel & Pipa Bawah Laut

Angga Laraspati - detikNews
Rabu, 24 Feb 2021 12:21 WIB
Menteri KKP Sakti Wahyu Trenggono
Foto: KKP
Jakarta - Pemerintah melalui Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) telah menerbitkan aturan untuk mengentaskan persoalan kesemrawutan kabel maupun pipa yang ada di ruang laut. Permasalahan tumpang tindih kabel maupun pipa di bawah laut ini sudah menjadi perhatian pemerintah sejak pertengahan tahun 2020.

Adapun aturan yang dimaksud untuk mengatasi kesemrawutan tersebut adalah Keputusan Menteri Kelautan dan Perikanan (Kepmen KP) Nomor 14 Tahun 2021 tentang Alur Pipa dan/atau Kabel Bawah Laut yang terbit pada 18 Februari 2021.

"Alur Pipa dan Kabel Bawah Laut sebagaimana dimaksud merupakan acuan dalam penyelenggaraan pipa dan kabel bawah laut," ujar Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono dalam keterangan tertulis, Rabu (24/2/2021).

KKP bersama kementerian/lembaga lainnya di bawah komando Kemenko Marves rutin berkoordinasi memetakan solusi terbaik hingga akhirnya menerbitkan Kepmen KP Nomor 14 Tahun 2021.

Saat melakukan rapat koordinasi lintas sektor secara virtual yang dipimpin oleh Menko Marves Luhut Binsar Pandjaitan, Selasa (23/2) kemarin, Trenggono menjelaskan penataan kabel maupun pipa di bawah laut sangat penting agar pemanfaat ruang laut lebih optimal.

Ruang laut dimanfaatkan sebagai labuh jangkar kapal, pariwisata, telekomunikasi, pertambangan, hingga kelestarian ekosistem di ruang laut. Sebagai tindak lanjut terbitnya aturan tersebut KKP berencana melakukan sosialisasi di sejumlah titik.

"Alternatif lokasi sosialisasi yaitu Jakarta, Batam, Manado Kupang, dan Jayapura," ungkap Trenggono.

KKP juga mengusulkan adanya pertemuan lintas-sektor membahas proses bisnis penyelenggaraan pipa maupun kabel bawah laut sesuai dengan ketentuan UU 11/2020 tentang Cipta Kerja; PP 21/2021 tentang Penyelenggaraan Penataan Ruang; dan PP 24/2018 tentang Pelayanan Perizinan Berusaha Terintegrasi Secara Elektronik.

Sementara itu, Luhut Pandjaitan menjelaskan dengan terbitnya aturan ini maka semua perizinan mengenai kabel dan pipa bawah laut akan berpusat di KKP. Terbitnya kepmen ini menurutnya, menunjukkan keseriusan pemerintah menata kabel maupun pipa yang ada di bawah laut.

Dia pun meminta kementerian/lembaga terkait segera menyelesaikan (Standard Operating Procedure) yang menjadi acuan teknis penyelenggaran pipa maupun kabel bawah laut. Penyelesaian SOP ini paling lama hingga Juni 2021.

"Ini sesuai target kita dan saya sudah lihat kepmennya. Selanjutnya mana saja pipa atau kabel yang habis kontraknya segera diselesaikan (ditata). Jangan lagi ada kejadian seperti di Surabaya kabel tidak tertanam, atau ada kabel maupun pipa yang tertabrak kapal. Harus disiplin, kita tunjukan negeri kita tertib," tegasnya.

(ega/ega)