Di Kampung Ini Hanya Wanita yang Buat Ukiran Sarung Golok, Kenapa Ya?

Yudistira Imandiar - detikNews
Rabu, 24 Feb 2021 14:15 WIB
Perajin golok di Sukamahi Kabupaten Bandung
Foto: Agung Pambudhy/detikcom
Kabupaten Bandung -

Kegiatan produksi golok bisa dilihat hampir di semua rumah di Kampung Sukamahi, Kecamatan Pasirjambu, Bandung. Baik pria maupun wanita melakoni berbagai pekerjaan dalam proses pembuatan golok.

Para pria mengerjakan tugas yang lebih berat, seperti pandai besi, memoles, membuat gagang golok dari kayu. Sementara itu, perempuan melakoni tugas yang butuh ketelitian, seperti mengecat dan memoles gagang kayu, serta membuat ukiran.

Sejak zaman dulu, ukiran sarung golok hias di Kampung Sukamahi selalu dibuat wanita. Sebenarnya tidak ada aturan atau kepercayaan tertentu mengenai hal ini. Namun, para wanita dianggap lebih luwes dan teliti dalam membuat ukiran.

Para pengukir itu ada yang berusia 20-an tahun sampai dengan 50-an tahun. Mereka biasa memproduksi delapan ukiran per minggu. Pekerjaan itu dilakoni di sela-sela mengurus pekerjaan rumah.

"Dari dulu selalu wanita yang buat ukiran, nggak pernah laki-laki," jelas Ujang Wawan (41), salah satu perajin golok di Kampung Sukamahi kepada detikcom.

Perajin golok di Sukamahi Kabupaten BandungPerajin golok di Sukamahi Kabupaten Bandung Foto: Agung Pambudhy/detikcom

Ukiran di sarung dan gagang golok dibuat secara manual menggunakan pisau serut. Hebatnya, para wanita di sana tidak membuat sketsa ukiran dengan pensil terlebih dahulu, melainkan langsung mengukir di atas permukaan kayu. Tidak ada pola yang menjadi acuan pula.

"Mereka sudah hapal polanya, (sehingga) nggak perlu gambar dulu," imbuh Ujang.

Warga Sukamahi lainnya, Nandang (45) menimpali pria boleh saja membuat ukiran untuk sarung golok. Tapi selama ini belum pernah ada yang melakukannya, karena hasilnya tak sebagus buatan perempuan.

"Laki-laki yang bikin bahannya (golok). Boleh (mengukir) kalau bisa, tapi beda lagi hasilnya," ujar Nandang.

Kampung Sukamahi dijuluki Kampung Golok karena produk golok dan perkakas tajam lain, seperti pisau, kujang, karambit dipasarkan ke berbagai daerah hingga ke luar negeri, seperti Malaysia. Ujang Wawan, salah seorang perajin golok, merupakan nasabah KUR dari BRI. Untuk memperlancar usahanya Ujang mengajukan penambahan modal kepada Bank BRI.

detikcom bersama BRI mengadakan program Jelajah UMKM ke beberapa wilayah di Indonesia yang mengulas berbagai aspek kehidupan warga dan membaca potensi di daerah. Untuk mengetahui informasi lebih lengkap, ikuti terus beritanya di detik.com/tag/jelajahumkmbri.



Simak Video "Dari Rancabali sampai Pengalengan, untuk Kopi dan Strawberry."
[Gambas:Video 20detik]
(prf/ega)