Iran Minta Kekerasan Dalam Protes Kartun Nabi Dihentikan
Selasa, 21 Feb 2006 05:01 WIB
Jakarta -
Menteri Luar Negeri Iran Manouchehr Mottaki menyerukan dihentikannyakekerasan dalam protes terhadap karikatur Nabi Muhammad SAW. Aksi protesini telah merenggut setidaknya 45 nyawa di seluruh dunia."Kita harus mencoba meredakan suasana. Kita tidak mendukung tindakkekerasan," ujat Mottaki dalam kunjungannya ke Brussel, Belgia, Selasa(21/2/2006), sebagaimana dilansir The Associated Press.Mottaki mengingatkan, kebebasan dalam berekspresi haruslah memilikisensitifitas dan rasa hormat kepada pihak lain yang memiliki nilai dankepercayaan yang berbeda."Saat ini kita menghadapi kemarahan yang luar biasa dari umat Islam. Kamitelah mencoba dengan sebaik mungkin untuk menghindari kekerasan. Inilahyang sedang kami lakukan," katanya.Dirinya mengaku telah menghubungi kementerian luar negeri negara-negaraEropa juga negara-negara Muslim lainnya untuk meredakan protes.Kartun Nabi Muhammad SAW pertama kali diterbitkan di Denmark oleh suratkabar Jyllands Posten pada bulan September 2005 lalu, dan dipublikasikankembali beberapa kali di negara-negara Eropa. Kartun ini menuai proteskarena menyinggung perasaan umat Islam.Aksi unjuk rasa di seluruh dunia diklaim telah mengakibatkan setidaknya 45orang meninggal dunia, termasuk 15 orang yang meninggal di Nigeria padahari Sabtu lalu, dan 10 lainnya tewas di kota Benghazi, Libya, Jumat lalu.
(fjr/)
Anda menyukai artikel ini
Artikel disimpan










































