Serbu Kedubes Amerika Serikat, FPI Panen Kecaman
Senin, 20 Feb 2006 18:43 WIB
Jakarta - Aksi massa Front Pembela Islam (FPI) di Kedubes AS terus menuai kecaman. Kali ini beberapa anggota Komisi I DPR RI menyayangkan tindakan anarkis yang dilakukan mereka.Wakil Ketua Komisi I Yusron Ihza Mahendra menyesalkan kasus tersebut. Karena tindakan itu selain merusak citra umat Islam juga mengganggu hubungan bilateral antara RI dan AS."Kenapa kita tidak bersikap lebih arif, tidak brutal. Itu hanya mencitrakan bahwa umat Islam itu anarkis. Padahal Islam kan bukan hanya FPI," kata Yusron kepada detikcom di Gedung MPR/DPR, Jalan Gatot Soebroto, Jakarta, Senin (20/2/2006).Karena itu, kata Yusron, pemerintah harus menjaga stabilitas keamanan di kedubes-kedubes yang menjadi sasaran demo agar tidak menimbulkam kesan Indonesia tidak aman dihuni orang asing.Yusron tidak mempersoalkan aksi protes pemuatan karikatur dan pembuatan patung Nabi Muhammad SAW di AS, tapi harus dilakukan dengan cara yang beradab dan bijaksana.Penyesalan juga disampaikan anggota Komisi I dari FPAN, Djoko Susilo. Tindakan massa FPI itu dinilainya tidak produktif dan justru merugikan umat Islam sendiri."Itu ngawur, harus dikecam tindakan orang-oprang seperti itu. Itu mambuat citra buruk umat Islam di Indonesia. Padahal Islam tidak membenarkan cara-cara seperti ini," katanya.Djoko menduga ada motivasi politik tertentu dari FPI dalam aksinya. Karena FPI lebih progesif melakukan protes-protes di sejumlah kedubes. Padahal di Indonesia banyak media yang memuat karikatur Nabi, seperti Tabloid Gloria, Tabloid Peta dan RM.com. "Kenapa yang dekat tidak diapa-apakan. Ini ada motivasi untuk mencari popularitas saja," katanya.Djoko meminta aparat polisi mmemproses secara hukum penggerak demo itu supaya menjadi efek jera dan tidak terulang lagi.Hal yang sama juga diungkapkan anggota Komisi I dari FPPP, Arif Mudatsir Mandan. Menurut dia, demo boleh-boleh saja dilakukan. Bahkan sangat didukung karena terkait pelecehan terhadap umat Islam, tapi harus dilakukan secara damai agar tidak menimbulkan imej bahwa umat Islam itu anarkis."Kalau demo baik-baik saja, karena terkait dengan prinsip agama Islam, tapi harus dilakukan secara bermartabat," cetusnya.
(umi/)











































