Kiriman Ayam dari Solo ke Jakarta Turun Drastis
Senin, 20 Feb 2006 17:57 WIB
Solo - Kebijakan Pemprov DKI Jakarta memperketat masuknya unggas berdampak langsung pada distribusi ayam dari Solo. Dari Pasar Semanggi misalnya, penurunan permintaan mencapai lebih dari 30 hingga 50 persen dari hari biasanya.Pasar unggas di Semanggi, Solo, selama ini selain melayani permintaan kebutuhan di Kota Solo dan sekitarnya, juga mengirim ayam ke berbagai kota besar di Jawa termasuk Jakarta. Pasar unggas terbesar di Jateng itu mendapat pasokannya dari peternak di sekitar Solo dan Jawa Timur.Jika beberapa bulan terakhir setiap pedagang di pasar tersebut bisa memasok 1.000 hingga 3.500 ekor ayam ke Jakarta tiap harinya, sepekan terakhir hal itu tidak dapat lagi terpenuhi. Setiap pedagang hanya dapat 500 hingga 2.000 ekor tiap harinya. Padahal angka 1.000 hingga 3.5000 ekor per hari itupun sebetulnya masih jauh dari angka normal sebelumterjadi wabah."Penurunan permintaan drastis sangat terasa dalam beberapa hari ini. Angkanya bisa 30 persen dari hari sebelumnya. Bahkan ada yang turun hingga 50 persen," ungkap Rejo, seorang pedagang ayam saat ditemui detikcom di Pasar Semanggi, Solo, Senin (20/2/2006).Keluhan serupa juga datang dari para pedagang lainnya. Anwari misalnya, mengeluhkan penanganan kasus flu burung oleh Pemerintah yang dinilai tidak segera dapat membasmi virus penyebabnya sehingga menjadi berlarut-larut. "Kami jadi tidak memiliki kepastian usaha selama lebih dari dua tahun ini," katanya. "Dampak wabah flu burung tahun lalu belum pulih. Bahkan di awal tahun 2006 inipun kami mulai mengkhawatirkan omzet yang didapat diraih. Kita sangat langkah tepat yang segera dapat diterapkan untuk memberantas wabah agar kami dapat kembali berusaha dengan baik," keluh Sitiyanti, pedagang lainnya.Sementara itu Dinas Pertanian Kota Solo mengaku semakin memperketat pengawasan terhadap keluar-masuknya unggas di daerahnya. Langkah antisipatif terhadap virus flu burung selalu dilakukan setiap hari di daerah perbatasan maupun di tempat konsentrasi unggas di pasar unggas."Di perbatasan, pedagang unggas yang membawa masuk maupun keluar Solo harus menunjukan surat keterangan kesehatan hewan (SKKH). Demikian pula terhadap unggas di pasar hewan. Di Pasar Semanggi kami tempatkan dokter hewan untuk memantau secara intensif," ujar Retwati Sandjaja, Kepala Dinas Pertanian Kota Solo.Selain itu, kata Retwati, antisipasi penyebaran virus flu burung di Solo juga dilakukan dengan penyemprotan vaksinasi setiap hari, terutama di pasar unggas maupun di sejumlah peternakan milik warga di daerah pinggiran Solo.
(jon/)











































