Ricuh Demo Massa FPI
RI Yakin Kedubes AS Tak Ditutup
Senin, 20 Feb 2006 17:27 WIB
Jakarta - Penyerbuan Kedubes AS oleh massa FPI diyakini tidak akan berbuntut pada penutupan kedubes tersebut. Penyerangan juga tidak akan mengganggu hubungan AS dengan Indonesia."Kecenderungan ke arah sana tidak ada, tidak sejauh itu," kata Jubir Deplu Yuri Thamrin ketika dihubungi wartawan di Jakarta, Senin (20/2/2006).Meski begitu, kebebasan berpendapat termasuk demonstrasi, dinilai Yuri, merupakan satu hal yang wajar dalam sebuah negara demokrasi. Namun para pendemo, seperti FPI, harus memperhatikan koridor hukum yang ada dan tidak melakukan tindak kekerasan.Agar kejadian itu tidak terulang lagi, Deplu telah melakukan penambahan keamanan di Kedubes AS. Untuk keperluan ini, Deplu telah bekerjasama dengan aparat kepolisian. "Sebab kita wajib melindungi setiap perwakilan asing yang ada di Indonesia," kata dia.Aksi FPI dilakukan sebagai protes atas tindakan Mahkamah Agung AS membuat patung Nabi Muhammad. Aksi di depan Kedubes AS pada Minggu 19 Februari itu berakhir ricuh.Massa yang tidak mampu menahan diri melempari kedutaan dengan telur busuk, batu, dan marka kerucut. Gerbang kedubes pun berantakan. Bahkan kaca pos penjagaan kedutaan ikut hancur lebur.Aksi ini sempat disesali Dubes AS untuk Indonesia Lynn B Pascoe. Aksi itu diduganya telah direncanakan untuk mengubah hubungan baik antara Indonesia dan Amerika.
(umi/)











































