Selain Troli, Waspadai Kuman di Lingkungan Kerja
Senin, 20 Feb 2006 16:25 WIB
Jakarta - Troli belanja menjadi barang nomor satu yang dihuni kuman. Itu pun hasil riset di Korea yang tingkat menjaga kebersihannya lebih maju dibanding kita. Di Jakarta, jika ada riset serupa, tentu banyak barang yang jadi sarang kuman berbahaya.Pembaca detikcom juga mengingatkan agar kita mewaspadai barang-barang yang ada di sekitar lokasi kerja kita. Berikut ini sebagian dari suara pembaca soal sarang kuman dan upaya preventifnya, Senin (20/2/2006):Tjin Meng Hui:Saya sangat tertarik dengan berita mengenai anjuran menjaga kebersihan diri selalu setelah kembali dari tempat tempat umum yang banyak mengandung kuman. Saya ingin sharing kepada seluruh pembaca bahwa kebersihan diri itu memang hal yang sangat penting dalam menjaga kesehatan tubuh, tetapi tidak hanya hal-hal di tempat umum saja yang perlu kita waspadai. Lebih dari itu kita juga perlu mewaspadai beberapa hal berikut yang sering merupakan tempat menempelnya para kuman yang berbahaya itu : 1. Gagang Pintu baik pintu rumah maupun pintu kantor atau pintu ruangan yang hampir setiap saat disentuh oleh beberapa atau banyak orang, 2. Gagang telepon baik di rumah, kantor atau tempat umum, 3. Meja kerja, kalkulator atau mouse komputer PC di rumah atau di kantor juga perlu diperhatikan kebersihannya. 4. Alat tulis dan alat kerja lainnya di kantor maupun di rumah. Saya biasanya membersihkan item-item itu sekurang-kurangnya sekali sehari sebelum memulai aktivitas kerja saya pada hari tersebut dan hal ini men jadi hal yang rutin dan membudaya sehingga setiap hari kita bisa mengurangi kuman-kuman yang kemungkinan berbahaya menyerang kita. Biasanya saya bersihkan dengan air sabun, pembersih kaca dan juga alkohol. Demikian info saya semoga berguna untuk meningkatkan kewaspadaan kita terhadap penyebaran kuman penyakit. Anto Motulz:Membaca judul tentang kuman yang berada di gagang troli, saya nggak terlalu tersentak karena sudah bisa menduga alasan logisnya, yaitu digunakan banyak tangan secara umum. Tapi saya sempat nggak percaya karena apa iya cuma gagang troli yang jadi "juara"-nya? Ketika saya baca beritanya secara detil, ternyata kejadian itu merupakan hasil penelitian di Korea.. Saya bisa mengerti kemudian.Korea merupakan sebuah negara maju. Kebersihan kota merupakan bagian terpenting bagi warga Korea (dibandingkan dengan RRC). Hal ini sebetulnya yang menjadi kekhawatiran saya karena bagaimana jika para peneliti tersebut melakukan penelitiannya di Indonesia, Jakarta, misalnya. Coba saja selidiki bagian: gorden bus PPD yg sudah berwana coklat, gagang pegangan KRL, gagang kran air di terminal Pulogadung, apalagi WC duduk di Gambir, lalu.. nah ini yang saya rasa paling seru.. gagang sendok tempat jajanan di kaki lima, piring makannya, gelas yang kita pakai minum, duh.. kalau semua dibayangkan dari jumlah penggunaannya oleh manusia secara bergantian kita bisa memperkirakan berapa banyak orang Jakarta yang bergantian menggunakan peralatan tadi. Bagaimana dengan lingkungan peralatan itu berada yang jelas merupakan biota kuman paling subur. Bagaimana dengan airnya sendiri? Bagaimana dengan alat pembersih peralatan tadi? Sterilkah? Sekitar tahun 1990-an akhir, pernah dilakukan penelitian di sepanjang Jalan Ganesa Bandung, oleh Fakultas Biologi ITB, bahwa hampir 90% pedagang kaki lima di sepanjang Jalan Ganesa itu berpotensi terkontaminasi kuman cacing pita. Ini logis mengingat sepanjang Jalan Ganesa memang selain menjadi pusat jajanan pinggir jalan, juga menjadi wisata naik kuda. Tak heran jika sepanjang Jalan Ganesa terhirup udara kotoran kuda yang menyesakkan.Semoga berita penelitian di Korea ini dijadikan semacam "alarm peringatan" bahwa pertumbuhan kuman di Indonesia harusnya mendapat perhatian khusus pula dari pemerintah. Umar:Memang pegang barang atau sesuatu yang sering dipegang orang lain rasanya risih dan kadang jijik, apalagi uang kertas yang kumal. Tapi membiasakan diri mencuci tangan saat sampai di kantor atau pulang lagi ke rumah adalah lebih baik. Saran berikut mungkin sedikit berguna buat Anda: Saat tekan tombol lift gunakan punggung jari yang ditekuk ke dalam, bisa jari tengah atau telunjuk. Untuk buka pintu, gunakan punggung telapak tangan untuk mendorong dan jari kelingking untuk menarik tapi cari "daerah" pegangan pintu yang orang biasanya jarang sentuh. Satu lagi, biasakan cuci tangan dulu sebelum dan sesudah buang air kecil ditoilet yang digunakan banyak orang dan, gunakan air mengalir dari kran untuk membilas.
(nrl/)











































