Kantor Dirusak, SIRA Tuding Milisi
Senin, 20 Feb 2006 15:41 WIB
Jakarta - Sentral Informasi Referendum Aceh (SIRA) menuding kelompok milisi berada di balik aksi perusakan kantor konsulat SIRA di Blang Pidie, Kabupaten Aceh Barat Daya. Selain merusak kantor, sekitar seratusan orang juga merampas dokumen-dokumen penting milik SIRA. "Aksi anarkis ini merupakan tindakan yang hendak menghancurkan perdamaian Aceh. Strategi operasi kelompok milisi di wilayah tersebut sama dengan apa yang pernah terjadi sewaktu masa COHA yang ujungnya berakhir pada darurat militer untuk menggagalkan proses perdamaian," jelas Humas SIRA, Dawan Gayo dalam rilisnya yang diterima redaksi detikcom, Senin (20/2/2006). Lebih lanjut SIRA menyebutkan, semestinya aksi anarkis yang terjadi pada Jumat pekan lalu itu, tidak perlu terjadi. Sebab, SIRA saat ini dikatakan memiliki misi mengawal serta mengampanyekan perdamaian, termasuk masalah Rancangan Undang-Undang Pemerintahan Aceh (RUU- PA). "Bahkan sejak awal SIRA terlibat dalam memajukan dan mendorong proses perdamaian RI-GAM, meski nama SIRA tidak berada dalam MoU," lanjut Dawan. Untuk itu, SIRA meminta agar para pendemo yang merupakan milisi yang masih ada di Aceh, termasuk di Blang Pidie segera dibubarkan, sehingga proses perdamaian berjalan lancar. Aparat jajaran penegak hukum juga mesti mengadili pelaku anarkis tersebut. Mereka juga minta, pihak polisi tidak hanya menginterogasi anggota-anggota SIRA dengan alasan sebagai saksi, karena kenyataannya untuk diintimidasi dan tanpa surat panggilan. Empat Pendemo Ditangkap Sementara itu, empat orang pelaku demo dan perusakan kantor konsulat SIRA Blang Pidie sudah ditangkap tim Polres Persiapan Aceh Barat Daya. Keempat orang yang sudah jadi tersangka itu, Amiruddin (36), Zainal Abidin (36), Amrizal (32) dan Suaimi (26). Mereka ditangkap di rumahnya masing-masing pada Jumat sore pekan lalu dan kini mendekam di tahanan Mapolres Persiapan Aceh Barat Daya.
(asy/)











































