Mayat Sopir Taksi Family dan 1 Buah Botol Kratingdaeng

Mayat Sopir Taksi Family dan 1 Buah Botol Kratingdaeng

- detikNews
Senin, 20 Feb 2006 15:16 WIB
Jakarta - Tewasnya Jamhari, sopir taksi Family, yang jenazahnya ditemukan di dalam mobilnya di pinggir Jl. Gatot Soebroto, Jakarta, masih misterius. Polisi menemukan satu buah botol Kratingdaeng (sebuah minuman energi) di sisi jenazah Jamhari. Kepala Polisi Sektor (Kapolsek) Pancoran, Jakarta Selatan Kompol Dian Ferri saat ditemui detikcom, Senin (20/2/2006), mengaku belum bisa mengetahui secara pasti penyebab tewasnya Jamhari. Hingga saat ini, polisi masih terus mengumpulkan data-data. Polisi juga masih menunggu hasil visum RSCM terhadap jenazah pria berumur 53 tahun itu. "Kami belum tahu kapan hasil visum akan keluar, mungkin masih lama," ungkap Kapolsek. Selanjutnya Kapolsek menjelaskan tentang penemuan bukti-bukti di lokasi kejadian dan kondisi jenazah Jamhari. Menurut dia, di dalam taksi berwarna biru tua itu, polisi tidak menemukan tanda-tanda bekas pergumulan sebagaimana layaknya korban perampokan. "Yang kami temukan, ada satu botol Kratingdaeng yang berada di samping kiri korban," kata Kapolsek. Lantas apa makna botol itu? Polisi masih menganalisanya. Yang jelas, saat jenazah ditemukan warga pukul 07.00 WIB, dari mulut jenazah tampak keluar busa. Menurut Kapolsek, di jenazah Jamhari juga tidak ditemukan tanda-tanda bekas penganiayaan atau kekerasan fisik. "Tidak ditemukan bekas pukulan atau cekikan," ungkap dia. Memang ada bercak darah di sekitar mulut dan hidung Jamhari. Namun, menurut Kapolsek, darah itu kemungkinan besar keluar dari hidung korban karena pembengkakan. "Sebab, tidak ada luka sama sekali di tubuh korban," kata Kapolsek. Sementara itu, hingga saat ini, taksi Family B 1497 PX yang dikendarai Jamhari sudah diamankan di Markas Polsek Pancoran. (asy/)


Berita Terkait