Dubes AS Tidak Terima Kantornya 'Diobrak-abrik' FPI
Senin, 20 Feb 2006 13:38 WIB
Jakarta - Tindak kekerasan yang dilakukan massa Front Pembela Islam (FPI) saat demo di Kedubes AS Minggu 19 Desember, disesali Dubes AS Lynn B Pascoe. Bahkan Pascoe menduga pristiwa itu sengaja dilakukan untuk mengubah hubungan baik RI-AS.Pascoe mengungkapkan hal itu usai serah terima jabatan Panglima TNI dari Jenderal TNI Endriartono Sutarto ke Marsekal TNI Djoko Soeyanto di Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta, Senin (20/2/2006)."Kami menyesalkan peristiwa itu, bahwa peristiwa dilakukan secara terencana untuk mengubah hubungan antara Indonesia dan Amerika," tegas Pascoe.Pascoe mengaku memahami aksi demo sebagai bagian dari demokrasi. Namun ia menyesalkan kalau kemudian aksi itu ikut diwarnai dengan kekerasan dan pengrusakan."Nanti saya serahkan sepenuhnya kepada pihak kepolisian untuk menindaklanjuti. AS sendiri tidak menerima kekerasan seperti itu," tandasnya.Aksi FPI dilakukan sebagai protes atas tindakan Mahkamah Agung AS membuat patung Nabi Muhammad. Aksi di depan Kedubes AS itu berakhir ricuh.Massa yang tidak mampu menahan diri melempari kedutaan dengan telur busuk, batu, dan marka kerucut. Gerbang kedubes pun berantakan. Bahkan kaca pos penjagaan kedutaan ikut hancur lebur.
(umi/)











































