Seratus Warga Datangi BPS Protes Penentuan Pemberian BLT
Senin, 20 Feb 2006 13:24 WIB
Jakarta - Bantuan langsung tunai (BLT) sebagai kompensasi kenaikan harga BBM sudah digulirkan dua kali. Tapi masih saja ada keluarga miskin yang tidak menerima.Jengkel atas pelaksanaan dan penentuan keluarga yang layak mendapatkan BLT, 100 orang yang tergabung dalam Serikat Rakyat Miskin Kota dan Laskar Pemuda Rakyat Miskin mendatangi kantor pusat Badan Pusat Statistik (BPS), Jalan Dr Sutomo, Jakarta, Senin (20/2/2006).Mereka melakukan aksi sejak pukul 10.30 WIB menuntut BPS menyelesaikan pendataan terhadap mereka, karena belum pernah mendapatkan satu pun BLT pada pencairan gelombang I dan II.Setelah sekitar 15 menit berkumpul, sekitar 10 orang perwakilan diperbolehkan bertemu dan berdialog langsung dengan Deputi Bidang Sosial BPS Rusman Heriawan yang didampingi oleh kepala BPS se-DKI Jakarta. Dialog berlangsung selama 1,5 jam di lantai 8 kantor BPS.Sementara puluhan orang lainnya yang kebanyakan ibu-ibu melakukan aksi orasi dan bernyanyi di depan Gedung BPS. Tak terlihat spanduk maupun poster yang mereka bawa.Deputi Bidang Sosial BPS Rusman Heriawan mengatakan, persoalan ini akan ditindaklanjuti. "Akan kita lihat lagi datanya, yang didata adalah orang yang benar-benar miskin," ujar dia.Sementara itu Ketua Umum Serikat Rakyat Miskin Kota Marlo Sitompoel menyebutkan, pihaknya memberikan waktu selama dua minggu agar BPS mendata ulang."Kita memberi waktu dua minggu bagi BPS untuk mendata ulang. Jika tidak, kita akan terus melakukan demonstrasi," terangnya.Massa juga mengancam akan mendatangi Menko Kesra dalam waktu kurang dari sebulan jika tuntutannya ke BPS tidak dipenuhi. Sekitar pukul 12.30 WIB setelah mendapatkan jawaban dari Deputi Bidang Sosial BPS, akhirnya aksi bubar.
(san/)











































