Lira: Ada Skenario Pembusukan Pemerintah Dalam Kasus Sudi
Senin, 20 Feb 2006 08:51 WIB
Jakarta -
Lira (Lumbung Informasi Rakyat) mensinyalir adanya skenario pembusukan dari kelompok tertentu untuk menjatuhkan nama baik pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).Sekretaris Kabinet Sudi Silalahi disebut menerima upeti 2 juta dollar AS dari PT. Sun Hoo untuk memberikan rekomendasi atas renovasi gedung Kedutaan Besar Indonesia di Seoul, Korea Selatan."Kami rasa ini merupakan upaya untuk menjatuhkan kredibilitas pemerintahan SBY di mata masyarakat, karena Sudi Silalahi itu merupakan orang kepercayaan dari SBY," tegas Presiden Lira M. Jusuf Rizal dalam rilisnya kepada detikcom Minggu (19/2/2006).Karena Lira yakin Sudi Silalahi tidak akan melakukan hal tersebut. "Tentu banyak orang yang tidak suka akan peran Sudi Silalahi sebagai orang kepercayaan SBY," tambah Jusuf Rizal.Menurut Jusuf Rizal, masalah renovasi gedung KBRI di Seoul, Korea Selatan, sejak lama sudah diincar beberapa pengusaha, karena lokasinya sangat strategis di jantung kota. Pada periode pemerintahan lalu perusahaan PT San Hoo juga sudah mengajukan proposal dan bagi pihak-pihak yang turut membantu meyakinkan pemerintah untuk renovasi tersebut, pihak PT San Hoo menjanjikan adanya upeti senilai 2 juta dolar AS. "Dari sinilah kemudian muncul isu bahwa Sudi Silalahi telah terima upeti 2 juta dolar AS untuk rekomendasi yang dikeluarkannya," ujar Jusuf.Menurut Jusuf, untuk menuntaskan masalah ini agar tidak menjadi komoditas politik oleh pihak-pihak tertentu dan juga menghindari pencemaran nama baik bagi Sudi Silalahi, hendaknya KPK bisa turun tangan menelusuri terhadap isu ini. "Karena setelah tidak berhasil dengan isu suap mobil Jaguar kini dimunculkan isu terima upeti senilai 2 juta dolar AS," urai Jusuf. Perlunya KPK turun tangan agar bisa melakukan investigasi terhadap proses sehingga rekomendasi Sudi Silalahi bisa muncul bahkan sampai dua kali pada bulan Januari dan Pebruari 2005 yang diberikan kepada PT. Sun Hoo. Karena tidak mungkin Sudi Silalahi bisa kenal dengan perusahaan tersebut kalau tidak ada yang menyodorkannya. "Kami tahu integritas Sudi Silalahi," tegas Jusuf Rizal menambahkan, ada pihak-pihak lain yang sengaja mengambil keuntungan yang mempengaruhi Sudi Silalahi sehingga ia bersedia memberikan rekomendasi.Untuk mengklarifikasinya, KPK juga perlu memanggil pihak PT. Sun Hoo untuk meminta informasi terhadap isu yang beredar di masyarakat bahwa Sudi Silalahi terima "upeti" senilai 2 juta dolar AS dari perusahaan Korea Selatan tersebut. Dengan demikian akan diperoleh kejelasan secara jernih dan masalah ini tidak dimanfaatkan oleh pihak-pihak tertentu untuk mendiskreditkan pemerintahan SBY. "Siapa tahu PT Sun Hoo memang telah mengeluarkan upeti senilai 2 juta dolar AS, namun diberikan kepada pihak-pihak lain yang mengakali Sudi Silalahi,"cetus Jusuf Rizal.Untuk hal tersebut Lira akan melaporkan PT. Sun Hoo untuk dimintai informasi kepada KPK dan Pihak Kepolisian atas pemberian rekomendasi dan isu penerimaan "upeti" oleh Sudi Silalahi senilai 2 juta dolar AS. "Masalah ini perlu dijernihkan sebab Sudi Silalahi dinilai melakukan abuse of power," tandasnya.
(ahm/)










































