Terkena AI, Dinkes Surabaya Lakukan Cek Darah Warga Kedurus
Senin, 20 Feb 2006 08:34 WIB
Surabaya - Kasus flu burung ditemukan di Kelurahan Kedurus, Surabaya. Hal ini membuat pihak terkait melakukan tindakan antisipatif. Dinas Kesehatan Surabaya melakukan pengecekan darah bagi warga di Kelurahan tersebut."Warga yang tinggal di sekitar lokasi terutama tempat awal ditemukannya flu burung akan diperiksa," kata Kepala Dinas Kesehatan Surabaya Esti Martiana ketika dihubungi detikcom Senin (20/2/2006). Menurut Esti, Dinkes akan melakukan pemantauan secara serius untuk mengantisipasi penularan kepada manusia. Terutama setelah hasil uji lab Yogyakarta menyatkan bahwa satu unggas yang ditemukan mati, resmi terserang virus flu burung.Sebenarnya pada Rabu (15/2/2006) kemarin, keluarga tersebut sudah diperiksa oleh puskesmas setempat. Saat itu memang tidak ada tanda -tanda penularan. Tetapi karena ada hasil lab maka Dinkes Surabaya akan meluaskan pemeriksaan kesehatan di sekitar tempat unggas yang mati. "Satu RT di sekitar lokasi itu akan kita periksa," tutur Esti.Ini dikarenakan, masa inkubasi virus flu burung mencapai tiga hari setelah tertular. "Jadi tanda tandanya akan kelihatan tapi mudah-mudahan tidak terjadi penularan," lanjut Esti.Selain pemeriksaan, Dinkes juga melakukan penyuluhan kesehatan dan kebersihan. "Misalnya penduduk setempat memiliki ternak maka kandangnya disemprot dengan cairan antioksidan dan dibersihkan secara berkala. Sehingga tidak menimbulkan penyakit," papar Esti.Pada Rabu (15/2/2006) telah ditemukan kasus kematian mendadak seekor ayam milik seorang warga di Kedurus III, Surabaya. Dan setelah dilakukan penelitian di Balai Veteriner Wates, Yogyakarta Minggu (19/2/2006) ternyata ayam tersebut positif mati akaibat virus H5N1.
(ahm/)











































