Penyair Ary Setya Ardhi Tutup Usia
Senin, 20 Feb 2006 00:40 WIB
Palembang - Dunia kepenyairan Indonesia kehilangan seorang penyair mudanya yakni Ary Setya Ardhi. Penyair kelahiran Jakarta pada 31 Mei 1967 dan sejak 1990 menetap di Jambi ini, menghembuskan nafas terakhirnya di rumah sakit Asia Medika Jambi karena penyumbatan pembuluh darah di otak pada Sabtu (17/2/2006) sore kemarin. Penyair yang telah menerbitkan sejumlah buku puisi seperti Kelabu I-II (1986-1987), Sajak Matahari (1991), Etude (1993), Opus (1996), Metro (1998), Tembang Antar Benua (Manuskrip, 1998), dapat dikatakan sebagai satu-satunya penyair yang menonjol dari Jambi dalam dasawarsa terakhir. Penyair yang sejak 2004 lalu menjadi pemimpin perusahaan harian Pos Metro Jambi-Jawa Pos Grup--sejumlah karyanya tergabung dalam kumpulan para penyair seperti Cerita Dari Hutan Bakau (Pustaka Sastra Jakarta) Batu Beramal I (HP3N Malang), Dari Negeri Poci 3 (Tiara Jakarta), Mimbar Penyair Abad 21 (PN Balai Pustaka Jakarta), Zamrud Khatulistiwa (Pusat Kajian Bahasa Yogyakarta) Antologi Puisi Indonesia (Angkasa Bandung). Penyair yang pernah membacakan karyanya di Australia dan Belanda ini meninggalkan seorang istri dan dua orang anak. Menurut penyair Afrizal Malna, Ary merupakan salah satu penyair berbakat yang dilahirkan di kota yang tidak mempunyai tradisi kepenyairan.
(ahm/)











































