Kapal Tenggelam, Stok Beras Palembang Berkurang
Minggu, 19 Feb 2006 20:17 WIB
Palembang - Persediaan beras bagi masyarakat Palembang sedikit berkurang. Penyebabnya sebuah kapal yang mengangkut 30 ton beras dari Banyuasin menuju Palembang tenggelam di perairan sungai Musi di dekat delta Pulau Salah Nama.Tenggelamnya kapal tongkang dengan nama "Sejiwa" ini, yang terjadi pada Sabtu(18/2/2006) kemarin, itu memang hanya melenyapkan sekitar 30 ton beras.Tetapi, dengan kebijakan Pemerintah Sumatra Selatan yang menolak impor berasmembuat stok beras bagi masyarakat Palembang sedikit terganggu.Kapal tongkang yang dinahkodai Rasyid (30), warga Jalur 18, Jembatan Saleh,Banyusin, Sumatra Selatan, bersama tiga awak kapal itu, sempat tenggelam bersama beras dan kapalnya. Tapi, mereka dapat menyelamatkan diri.Menurut informasi yang didapat dari Kepolisian Daerah Sumsel kapal tongkang itu tenggelam karena kapal mereka kemasukan air atau badan kapalnya ada yang bocor.Menurut Kasubdit Bin Ops Polda Sumsel AKP Soelistijono kepada pers (19/2/2006) berdasarkan keterangan Rasyid, dirinya dan tiga awak kapalnya tidak tahu dari mana air itu masuk ke kapal mereka. Tiba-tiba saja kapal mereka sudah dimasuki air sehingga sulit diatasi, dan akhirnya kapal tenggelam.Sementara beras sebanyak 30 ton itu merupakan beras milik para petani di Banyuasin yang akan dijual ke Palembang.
(ahm/)











































