2 Staf Ahli Kementerian BUMN Diadukan Coba Peras Investor

2 Staf Ahli Kementerian BUMN Diadukan Coba Peras Investor

- detikNews
Minggu, 19 Feb 2006 17:45 WIB
Jakarta - Kementerian BUMN mendapat tudingan serius. Dua tenaga ahlinya dilaporkan berusaha keras memeras calon investor. Akibat percobaan pemerasan itu negara berpotensi menderita kerugian Rp 275 miliar.Tudingan disampaikan Direktur LBH BUMN Habiburrohman dalam jumpa pers di Cafe Venezia, Taman Ismail Marzuki (TIM), Cikini, Jakarta, Minggu (19/2/2006). Habib didampingi Naldi Nazaruddin dari BUMN Watch. Kedua staf ahli Kementerian BUMN yang diduga melakukan percobaan pemerasan itu yakni HL dan LM. Mereka berusaha memeras PT AKA Prima yang akan menanam investasi pada PT Kertas Kraft Aceh.Menjelang penandatangan kerjasama operasional (KSO), kedua staf ahli Kementerian BUMN itu meminta PT AKA menyetor dana Rp 10 miliar untuk parpol tertentu. "Bila permintaan tak dipenuhi, oknum itu mengancam surat KSO tidak akan ditandatrangani oleh Meneg BUMN Sugiharto," kata Habib. PT AKA keberatan dengan permintaan itu karena dinilai keterlaluan dan tidak pada tempatnya. PT AKA akhirnya mundur dari perjanjian KSO meski telah dinyatakan sebagai pemenang tender."Ini keterlaluan. Saat negara sedang giat-giatnya menarik investor, ketika ada yang datang malah dikerjain," kata Habib.Selain percobaan pemerasan, proses tender yang memenangkan PT AKA juga dinilai kolutif. Pasalnya HL dan LM merekomendasikan PT Indo Primer Securities sebagai arranger sekaligus menerima titipan uang jaminan peserta tender."Berdasar prosedur yang berlaku, pelibatan perusahaan sekuritas hanya pada proses jual beli saham atau surat berharga lainnya bukan perjanjian KSO," jelas Habib. PT Indo Primer Securities juga menolak untuk mengembalikan titipan uang jaminan PT AKA yang mundur akibat tekanan. "Jadi yang akan kami laporkan ke KPK adalah penyelewengan prosedur tender. Kami minta diusut apa benar ada oknum BUMN yang melakukan pemerasan dan menjadi alasan PT AKA mundur," kata Naldi. (iy/)


Berita Terkait