Korban Tewas Longsor Filipina Mencapai 68 Orang

Korban Tewas Longsor Filipina Mencapai 68 Orang

- detikNews
Minggu, 19 Feb 2006 16:18 WIB
Jakarta - Tim evakuasi, Minggu (19/2/2006), kembali menemukan 12 jenazah korban longsor Guinsaugon, Pulau Leyte, Filipina. Total jumlah korban tewas sementara ini mencapai 68 jiwa. Namun diduga sebagian besar dari 1.800 penduduk desa tewas.Proses evakuasi kini difokuskan di Sekolah Dasar (SD) yang berisi 240-300 siswa dan 6 guru yang terkubur longsor. Tim juga melakukan penggalian di balai desa di mana pertemuan perempuan tengah berlangsung saat bencana terjadi.Sebanyak tiga helikopter Chinook tiba di lokasi membawa bantuan dan sejumlah personil. "Kami diberikan izin membawa pasukan dan suplai untuk membantu," ujar letkol Mark de Luna dari US Marine seperti dilansir harian Malaysia, The Star.Tepat di atas lokasi bencana, dijadikan daerah larangan terbang. Dikhawatirkan, angin dari baling-baling helikopter menimbulkan longsor susulan. Bantuan obat-obatan dan alat keruk telah tiba di lokasi. Tapi, harapan menemukan korban selamat kian menipis, karena tidak ada korban selamat ditemukan sejak Sabtu.Korban selamat dan keluarga korban, kesulitan mencari lokasi rumah mereka dalam longsoran seluas 40 hektar. Tentara, pemadam kebakarn, dan sukarelawan diberikan sketsa peta desa, namun semua ciri-ciri sudah tersapu longsor. Palang Merah Internasional yang bermarkas di Jenewa, Swiss, menyiapkan US$ 1,5 juta untuk tenda darurat, bantuan medis, dan alat masak. Sebenarnya, banyak warga yang telah dievakuasi minggu lalu, karena ancaman tanah longsor dan banjir. Tapi, banyak yang kembali ke rumah mereka, ketika hujan sempat berhenti. Bencana tanah longsor bukan sekali ini saja terjadi di Leyte. Pada November 1991, 6.000 orang tewas dalam banjir dan tanah longsor akibat badai tropis. Banjir dan tanah longsor juga pernah menewaskan 133 orang di Leyte pada Desember 2003. (fay/)


Berita Terkait