PR HOG:
Yang Arogan Bukan Hanya Moge
Minggu, 19 Feb 2006 15:47 WIB
Jakarta - Motor gede (moge) banyak dikeluhkan bersikap arogan di jalan raya. Namun, Harley Davidson Owner Group (HOG), salah satu organisasi moge membantahnya. Menurut HOG, yang arogan bukan hanya moge. "Kita agak susah mengatakannya. Saya lebih suka mengatakan arogansi itu bukan hanya di teman-teman Harley Davidson saja. Siapa pun juga bisa punya sikap arogansi. Di mana pun juga oleh siapa pun juga termasuk juga di kantor anda juga ada."Hal itu disampaikan PR Officer Harley Davidson Owner Group (HOG) Jakarta Chapter Indra Said kepada wartawan di sela-sela acara kumpul-kumpul pemilik HD di Cilandak Town Square (Citos), Jakarta Selatan, Minggu (19/2/2006). Menurut Indra, moge dianggap arogan karena menjadi sorotan pengguna jalan. Padahal sebenarnya, moge jarang menggunakan jalan, mereka menggunakan jalan seringnya hanya di akhir pekan, tidak tiap hari. "Setiap hari ada banyak kejadian-kejadian menjengkelkan oleh para pengendara sepeda motor kecil maupun kendaraan lainnya. Apa itu tidak bisa dikatakan arogan juga?" protes Indra.HD memiliki aturan dalam setiap agenda termasuk touring atau konvoi. Dalam konvoi, HD selalu mempunyai komitmen menegakkan disiplin berlalu lintas. Ada komandan tertinggi, road captain yang mengatur konvoi agar berjalan lancar. "Kecepatannya juga diatur. Maksimal untuk jalan sepi antara 100-110 kilo meter per jam," tutur Indra. Bagi anggota kelompok yang melanggar aturan akan dikenai sanksi. Sanksi itu mulai dari teguran sampai tidak boleh ikut dalam touring.
(iy/)











































