Proyek Penanggulangan Kemiskinan Pemerintah Belum Efektif
Minggu, 19 Feb 2006 01:05 WIB
Banten -
Berbagai proyek penanggulangan kemiskinan yang telah dijalankan pemerintah dalam 12 tahun terakhir, dinilai belum efektif. Walaupun 12 dari total sekitar 55 proyek tersebut, masing-masing telah menghabiskan dana lebih dari US$ 100 juta."Pemberdayaan orang miskin dengan cara diproyekkan cenderung tidak efektif. sebab dalam birokrasi membutuhkan ongkos yang tidak sedikit, " ujar Deputi Menko Kesra Bidang Penaggulangan Kemiskinan Sujana Royat, usai acara Komunikasi Program Kerja Kementerian Kesra di Anyer, Banten, Sabtu, (18/2/2006).Sebagai solusinya, pemerintah berencana membuat trust fund atau dana perwalian untuk penaggulangan kemiskinan. Bila sudah terbentuk, maka penyaluran dana akan lebih didorong ke pedesaan. Alasannya, di pedesaan masih ditemukan para rentenir."Lihat saja, pada waktu penyaluran BLT seringkali banyak ditunggu oleh para rentenir," kata Sujana.Dari data yang dimilikinya, 40 persen orang miskin di Indonesia terjerat rentenir. Sebagian berada di kawasan Pantai Utara (pantura). "Kalau kena rentenir mereka harus bayar bunga antara 300 sampai 400 persen," tandasnya.
(bal/)
Anda menyukai artikel ini
Artikel disimpan










































