Tetap Menolak, Warga Bersedia Dialog Soal Jembatan Musi III
Sabtu, 18 Feb 2006 20:34 WIB
Jakarta - Masyarakat Kuto Batu dan 13 Ulu Palembang menyatakan siap berdialog dengan Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel) perihal pembangunan jembatan Musi III. Namun mereka tetap berkeras menolak rencana pembangunan jembatan di lokasi kampung muslim tertua di Palembang itu."Kita siap berdialog dengan Gubernur (Syahrial Oesman) guna mencari solusi terbaik dalam pembangunan Jembatan Musi III," kata Ketua Forum Peduli Musi III, Farid, dalam jumpa pers di rumahnya, 14 Ulu Palembang, Sabtu(18/2/2006). Pernyataan Farid ini merupakan tanggapan atas tawaran dialog yang disampaikan Gubernur Sumsel beberapa waktu lalu. Menurut Gubernur, pembangunan jembatan Musi III belum ditetapkan berlokasi di Kelurahan 13 Ulu dan Kelurahan Kuto Batu. "Belum ada kesepakatan tentang lokasinya," kata Syahrial beberapa waktu lalu.Forum Peduli Musi III yang dibentuk warga di dua kampung itu agar tidak digusur sebenarnya mendukung rencana Pemprov Sumsel yang akan membangun jembatan Musi III. Namun mereka menolak lokasi pembangunan di kampung mereka yang merupakan kampung Islam tertua di Palembang."Prinsipnya kita mendukung. Tapi, ya, jangan di kampung ini. Ini punya nilai sejarah tersendiri bagi perkembangan Islam di Palembang dan Sumatera Selatan," tegas Farid.Dia menilai, deadline yang disampaikan pihak Japan Bank International Coorperation (JBIC) mengenai pembebasan lahan yang dibatasi hingga Juni 2006 merupakan strategi untuk menekan warga dan pemerintah. "Kalau gubernur tidak mau kehilangan bantuan dari mereka, ya, tentukan lokasi yang baru. Kita sudah menyarankan beberapa lokasi alternatif pembangunan jembatan tersebut," ujar Farid.
(bal/)










































