Playboy Tetap Terbit, MUI Bakal Nginep di Kantor Redaksi
Sabtu, 18 Feb 2006 16:36 WIB
Jakarta - Ikon pornografi dianggap selalu melekat pada majalah Playboy. Jadi kalau sampai tetap diterbitkan di Indonesia, Majelis Ulama Indonesia (MUI) bakal menduduki kantor redaksi Playboy.Tapi tentunya bukan untuk mengintip edisi perdana Playboy tentunya, melainkan untuk menghentikan penerbitan majalah syur itu."Playboy itu ikon pornografi. MUI sepakat untuk menghentikan penerbitan itu. Kalau perlu kita akan ramai-ramai nginep di kantor redaksi Playboy untuk mendesak aparat agar menghentikan penerbitan tersebut," kata Ketua MUI Amidhan.Hal ini disampaikan dia dalam jumpa pers di Kantor MUI, Kompleks Masjid Istiqlal, Jl Taman Wijayakusuma, Jakarta, Sabtu (18/2/2006).Pendapat senada disampaikan Ketua MUI Ma'ruf Amin. Playboy yang di AS merupakan ikon pornografi, di Indonesia pasti juga akan sama saja."Kalau ada yang bilang Playboy Indonesia akan berbeda dengan AS, saya kira alasan itu tidak masuk akal. Kalaupun bisa, itu cuma sementara, karena tidak mungkin kan McDonald's Indonesia menjajakan gudeg," katanya menganalogikan.Karena itu MUI menolak atas penerbitan Playboy dan juga media sejenis, serta mendorong aparat hukum mengatur semua penerbitan yang tergolong pornografi.
(sss/)











































