Longsor di Filipina, 3.000 Orang Dikhawatirkan Tewas

Longsor di Filipina, 3.000 Orang Dikhawatirkan Tewas

- detikNews
Sabtu, 18 Feb 2006 10:50 WIB
Jakarta - Guyuran hujan yang deras dan terus-menerus membuat lereng-lereng bukit di Filipina longsor. Sekitar 3.000 orang hilang dan dikhawatirkan tewas.Hingga Sabtu (18/2/2006), seperti dilaporkan AFP, baru 19 jenazah yang ditemukan, dan 57 orang selamat.Musibah terjadi pada Jumat pagi 17 Februari waktu setempat di wilayah perbukitan Desa Guinsaugon, Provinsi Leyte, Filipina tengah.Longsoran bercampur lumpur menyapu rumah-rumah dan beberapa sekolah dasar. Para siswa yang sedang belajar turut tersapu longsoran.Walikota Saint Bernard, Maria Lim, dan anggota dewan distrik setempat, Roger Mercado, sama-sama memperkirakan korban hilang sekitar 3.000 orang.Palang Merah semula memperkirakan sekitar 200 orang tewas dan 1.500 orang lainnya hilang."Sabtu ini tim penyelamat kembali berupaya mencari korban. Kemarin pencarian terpaksa dihentikan karena hari sudah gelap," kata Maria Lim.Palang Merah membutuhkan dana US$ 2 juta untuk menolong korban selamat. Dananya akan digunakan untuk membeli tenda, selimut, peralatan masak, jaring nyamuk, material bangunan sementara, benda higienis, tablet penjernih air, dan obat-obatan."Kami mengharapkan yang terbaik dan mempersiakan yang terburuk. Saya masih berharap kita dapat menemukan korban hidup," kata Kepala Palang Merah Filipina Richard Gordon. (sss/)


Berita Terkait