Satu Keluarga di Indramayu Bukan Cluster Ketujuh Flu Burung
Jumat, 17 Feb 2006 17:57 WIB
Jakarta - Suami, istri, anak, dan kakek di Indramayu, Jawa Barat, yang semula diduga flu burung, kini dinyatakan negatif. Dengan demikian belum ada cluster ketujuh flu burung di Indonesia.Kasus cluster merupakan penularan virus H5N1 penyebab flu burung yang terjadi dalam lingkup keluarga atau lingkungan tertentu."Tuan S yang merupakan ayah YS, hasil serologis dan PCR adalah negatif. Ini juga dapat menepis kekhawatiran masyarakat, sehingga menyatakan tidak ada cluster ke 7," kata Ketua Tim Surveilans Flu Burung RSPI Sulianti Saroso, dr Ilham Patu.Hal ini disampaikan dia di RSPI Sulianti Saroso, Sunter, Jakarta Utara, Jumat (17/2/2006)."Setelah dirawat 4 hari pada 13 hingga 16 Februari, Tuan YS, Ny N dan D, hasil PCR dan serologis dinyatakan negatif, sehingga diperbolehkan pulang," lanjut Ilham.Satu keluarga yang diduga terkena virus yang berasal dari hewan unggas ini masuk ke RSPI Sulianti Saroso pada 13 Februari pukul 02.00 WIB.Mereka adalah Yoyok Suaryo (28), Nuresih (22), dan Defi (2). Ketiganya merupakan suami, istri, dan anak. Menyusul kemudian ayah kandung Yoyok Suaryo, Suangkat (50), pada hari yang sama pukul 20.00 WIB.Hingga kini virus avian influenza (AI) ini juga masih dipastikan belum menular antarmanusia (human to human)."Umumnya cluster di Indonesia dan merupakan cluster terbesar di dunia, tidak satu pun juga dari cluster tersebut strait-nya kelihatan non-flu burung. Semua masih N5H1, sehingga tidak bisa dikatakan human to human," jelas Ilham.Cluster flu burung di Indonesia sudah ada 6 kasus. Antara lain, cluster pertama adalah Iwan Siswara (38) serta kedua anaknya, yakni Sabrina Nurul Aisah (8) dan Thalita Nurul Aziz (1). Cluster kedua adalah Rini Dina (38) dan keponakannya Firdaus (9). Cluster keempat adalah Ina Sholati dan adiknya IJ (8 tahun 10 bulan).
(aan/)











































