Awas! Teroris Mulai Libatkan Perempuan Kirim Bahan Peledak
Jumat, 17 Feb 2006 15:47 WIB
Jakarta - Gerakan terorisme setelah tewasnya gembong teroris Dr Azahari mulai bergeser. Dicurigai kelompok ini mulai melibatkan perempuan dalam pengiriman bahan peledak. Wah!"Saat ini tengah dicurigai kelompok yang menggunakan perempuan sebagai suruhan mereka dan menjadi kurir bahan peledak yang mereka butuhkan," kata Wakil Kepala Divisi Humas Mabes Polri Brigjen Pol Anton Bachrul Alam.Hal itu disampaikan Anton dalam jumpa pers di Gedung Rupatama, Mabes Polri, Jalan Trunojoyo, Jakarta, Jumat (17/2/2006).Kecurigaan polisi itu didasarkan pada penangkapan Hj Salmah oleh Polda Sulawesi Selatan (Sulsel). Bersama Salmah juga disita 597 biji detonator dan 18 kantung potasium seberat 8 kg.Salmah berhasil dibekuk setelah Polres Nunukan, Kalimantan Timur menangkap Ramli bin Salim, 10 Februari, karena membawa bahan peledak dari Malaysia ke Indonesia.Dalam tas Ramli ditemukan 30 kotak yang masing-masing berisi 100 detonator dengan merek IDL buatan India. Selain itu juga ditemukan 38 gulung kabel kecil sumbu ledak yang panjangnya 836 meter, dan satu gulung besar sumbu bahan peledak yang panjangnya 900 meter.Dalam pemeriksaan polisi, Ramli mengaku mendapatkan upah untuk mengantarkan barang tersebut untuk dibawa ke Pare-pare, Sulsel. Dia mengaku disuruh seorang perempuan bernama Salmah.Berdasar keterangan Ramli itu, polisi mengejar Salmah hingga Pare-pare dan menangkapnya pada 14 Februari.Menurut Anton, Salmah memang sudah menjadi buron polisi sejak 5 bulan lalu. Saat itu polisi menangkap 2 laki-laki dan satu perempuan yang juga membawa bahan peledak. Namun saat itu Salmah bisa lolos.Anton belum bisa memastikan kaitan antara Salmah dengan kelompok teroris tertentu. "Itu masih dalam penyelidikan polisi. Kita masih kembangkan motifnya apa," kata Anton.
(iy/)











































