Wapres: Surat Sudi Bersifat Informasi, Bukan Keputusan

Wapres: Surat Sudi Bersifat Informasi, Bukan Keputusan

- detikNews
Jumat, 17 Feb 2006 15:54 WIB
Bandung - Bocornya surat katebelece Sudi Silalahi ke Menlu terkait pembangunan gedung KBRI Korea di Seoul mendapat tanggapan Wakil Presiden Jusuf Kalla. Menurut Kalla, surat Sudi masih bersifat informasi dan bukan keputusan final."Saya tidak tahu detil surat itu. Tetapi dari yang saya baca di media, ini hanya pengantar untuk memberikan informasi. Jadi bersifat informatif, bukan keputusan," kata Wapres Jusuf Kalla kepada wartawan di Gedung Pakuan, Jalan Otto Iskandar Di Nata No 1, Bandung, Jawa Barat, Jumat (17/2/2006).Sebelumnya, beredar surat Seskab Sudi Silalahi kepada Menteri Luar Negeri yang dikirimkan dua kali. Surat terakhir tanggal 21 Februari 2005, yang salah satu poin-nya, meminta kepada Menlu agar merespons presentasi PT Sun Hoo Engineering pada kesempatan pertama, terkait pembangunan Gedung KBRI di Seoul.Selain itu, isi surat juga menyebutkan bahwa pada prinsipnya Presiden Susilo Bambang Yudhoyono tidak keberatan dengan renovasi KBRI Seoul tersebut. "Karena sifatnya informasi makanya Menlu tak menanggapi. Toh sudah setahun surat itu tidak di follow up," kata Kalla.Sebelumnya, Dubes RI untuk Korea Jacob Tobing membenarkan rencana renovasi KBRI di Seoul. Menurut mantan politisi Golkar dan PDIP ini, usulan renovasi diajukan karena kantor tidak memadai lagi dan rumah dinas duta besar bersebelahan dengan gedung berlantai 40.Juru Bicara Presiden Dino Patti Djalal mengatakan munculnya katebelece tersebut berasal dari orang yang datang menawarkan renovasi ke Sudi Silalahi. "Karena Pak Sudi tidak tahu apa-apa, maka dia me-refer ke Menlu dan bilang terserah Menlu akan diapakan," katanya. Hanya ketika ditanya lagi bahwa ada kata-kata Presiden telah setuju perusahaan tersebut diberi kesempatan pertama untuk presentasi, Dino Pati Djalal tak mau menjelaskan. "Wah saya belum baca suratnya. Tanya Pak Sudi saja," kilah Dino. (jon/)


Berita Terkait