Tanah PBNU di Mampang Dijual, Pengurus Lapor ke Polda

Tanah PBNU di Mampang Dijual, Pengurus Lapor ke Polda

- detikNews
Jumat, 17 Feb 2006 14:11 WIB
Jakarta - Kabar tak sedap tengah berkembang di tubuh Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU). Bisik-bisik yang beredar, tanah milik PBNU di Mampang, tepatnya Jalan Kapten Tendean, Jakarta Selatan, telah dijual ke pihak lain oleh mantan orang kuat di PBNU.Tanah milik PBNU yang dijual ini seluas 1 hektar. Lokasinya sangat strategis, yakni di kawasan Jalan Gatot Subroto, berada di seberang markas Trans TV.Penjualan tanah yang sangat strategis ini kabarnya bermasalah karena diduga tanpa sepengetahuan pengurus PBNU. Dugaan sejumlah orang, tanah tersebut dijual oleh mantan orang kuat di NU. Tentu saja, pihak yang mengetahui soal kasus ini meradang.Karena informasi perpindahan kepemilikan tanah ini tidak transparan, akhirnya pengurus PBNU melaporkan kasus ini ke Polda Metro Jaya. Saat detikcom mengkonfirmasi kepada salah seorang ketua PBNU, Ahmad Bagdja, ia membenarkan. "Ya. Sudah dilaporkan ke Polda sekitar 2 bulan lalu. Sekarang masih diproses di Polda," kata Ahmad Bagdja saat dihubungi detikcom melalui sambuangan telepon, Jumat (17/2/2006).Ketika didesak siapa yang melaporkan, mantan Sekjen PBNU ini melemparkan kepada ketua PBNU lainnya, yakni Andi Djamaro. Ketua PBNU ini ternyata juga membenarkan bahwa dirinya yang melaporkan kasus penjualan tanah milik PBNU ini ke Polda Metro Jaya. "Ya. Sekarang dalam proses hukumnya," kata Andi Djamaro.Hanya, saat ditanya siapa yang telah melego aset milik PBNU tersebut, Andi Djamaro mengelak menjelaskan. "Jangan diungkap sekarang. Saat ini lagi diproses di Polda. Nanti pada saatnya kita jelaskan. Biar proses hukum jalan dulu," kata Andi.Demikian juga saat ditanya benarkah tanah tersebut dijual oleh mantan Ketua PBNU Abdurrahman Wahid atau Gus Dur, lagi-lagi Andi menolak menjelaskan detilnya. "Bukan Gus Dur. Siapa yang telah menjual saya tidak tahu. Masih diselidiki polisi," tandasnya. (jon/)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait