Proyek Jembatan Musi III Terancam Batal

Proyek Jembatan Musi III Terancam Batal

- detikNews
Jumat, 17 Feb 2006 13:30 WIB
Palembang - Proyek Jembatan Musi III tampaknya akan gagal. Investor dari Jepang memberi batas waktu pembebasan lahan hingga Juni 2006 mendatang. Sementaramasyarakat yang lahannya akan dibebaskan tetap bertahan dengan sikap penolakannya."Juni ini Jepang minta kepastian, kalau sudah enam bulan tidak selesai pembebasan lahan itu, maka proyek jembatan itu hilang," kata Wakil Ketua DPRD Sumatra Selatan Ellianuddin kepada wartawan di kantornya, Jalan POM IX Palembang, Jumat (17/2/2006). Sementara jumlah dana yang disiapkan untuk pembebasan lahan proyek Jembatan Musi III tetap sebesar Rp 10 miliar. Dana ini telah disiapkan Pemerintah Sumatra Selatan. Sementara anggaran keseluruhan pembangunan jembatan itu sebesar Rp 450-500 miliar.Menurut Ellianuddin, pemerintah ngotot pembangunan jembatan Musi III tetap di kampung 13 Ulu di Palembang Ulu dan Kuto Batu di Palembang Ilir, karena lokasi itu dinilai lebih efisien. "Misalnya dipindahkan ke lokasi lain seperti dari Patra Jaya di Seberang Ulu yang tembus ke Lemabang di Seberang Ilir, dananya akan membengkak hingga Rp 200-300 miliar," katanya.Tetap TolakSementara itu warga kampung 13 Ulu di Palembang Ulu dan Kuto Batu di Palembang Ilir tetap bersikeras menolak pembebasan lahan. Mereka tidak akan pindah meskipun diberi ganti rugi yang lebih besar. "Penggusuran kampung ini bukan hanya menyebabkan kami kehilangan harta benda, masyarakat Palembang juga kehilangan situs dan cagar budaya yang berkaitan dengan Islam dan Kesultanan Palembang Darussalam," kata Achmad, warga Kuto Batu kepada detikcom. Warga akan terus berjuang agar lahan yang berupa situs dan cagar budaya itu tidak dibebaskan. "Kami akan berjuang sekuat tenaga, dan kami yakin umat Muslim di Indonesia dan dunia akan mendukung perjuangan ini," tandas Achmad. "Coba mereka (pemerintah dan investor) itu membaca buku sejarah, pasti tahu soal keberadaan kampung kami di masa lalu. Allah juga tidak akan rela adanya kezoliman," jelasnya. (iy/)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads