Skandal Abu Gharib, AS Siap Hadapi Kemarahan Muslim
Jumat, 17 Feb 2006 11:03 WIB
Jakarta - Pemerintah AS harus siap menghadapi kemarahan umat muslim atas mencuatnya kembali skandal penyiksaan tahanan Irak di penjara Abu Gharib, Baghdad. Kekhawatiran akan terjadinya kembali gelombang kemarahan muslim ini disampaikan oleh pejabat-pejabat Pentagon.Stasiun televisi Australia, SBS, telah menayangkan gambar-gambar penyiksaan tahanan oleh tentara AS di Abu Gharib. Media-media lain, baik di Arab maupun Barat, ikut menyiarkan gambar-gambar baru tersebut. Dalam tayangannya, SBS memperlihatkan gambar sejumlah tahanan dalam pose bugil dan beberapa lainnya dengan tubuh penuh luka dan darah. Pentagon mengkonfirmasi bahwa gambar-gambar itu otentik. Dikatakan bahwa gambar yang belum pernah dipublikasikan itu cocok dengan yang telah dikumpulkan militer AS dua tahun lalu dalam penyelidikan skandal Abu Gharib.Departemen Pertahanan AS memrotes penayangan gambar tersebut. Dikatakan bahwa publikasi itu bisa membahayakan jiwa personel AS di Irak serta semakin membakar kebencian dan mungkin menimbulkan kekerasan di dunia. Namun produser SBS, Mike Carey, menanggapi protes tersebut sebagai guyonan. "Pasukan sudah dalam risiko tinggi di Irak," sindirnya seperti diberitakan Sydney Morning Herald, Jumat (17/2/2006). Gambar penyiksaan itu ditayangkan menyusul kemarahan muslim dunia atas publikasi kartun Nabi Muhammad. Carey berdalih, kebetulan saja SBS menyiarkan gambar tersebut tak lama setelah heboh kartun nabi. "Kami menyiarkannya karena kami punya tanggung jawab sebagai reporter untuk menayangkan hal ini," tegasnya.
(ita/)











































