Ahmadiyah Tuntut Dialog dengan Pemerintah
Jumat, 17 Feb 2006 06:06 WIB
Jakarta - Selain menilai pemerintah tidak mampu memberikan perlindungan keamanan, Ahmadiyah mengancam akan meminta suaka politik ke negara lain apabila jaminan keselamatan itu tetap tidak terlaksana.Apalagi, pernyataan Menteri Agama Maftuh Basyuni yang meminta Ahmadiyah membentuk agama baru justru memperburuk suasana. Atas hal ini, Ahmadiyah menuntut dialog dengan pemerintah."Kalau tidak ada jalan lain, suaka politik jalan terus," kata Ketua Umum Pengurus Besar Jamaah Ahmadiyah Pusat, Abdul Basit ketika dihubungi detikcom, Kamis (16/2/2006).Dia menjelaskan, dialog dengan pemerintah diharapkan dapat membuat pemerintah mengerti apa yang terkandung dalam ajaran Ahamadiyah. Selama ini, pemerintah selalu menyatakan ajaran Ahmadiyah adalah sesat. "Misalnya Majelis Ulama Indonesia bisa memfasilitasi. Dengan dialog terbuka diharapkan kejelasan dan saling pengertian," jelasnya.Menurut Basit, kondisi jamaah Ahmadiyah yang berada di penampungan juga memprihatinkan. Pemerintah menjanjikan akan memberikan tempat baru, namun hingga kini hal tersebut belum terealisasi.Mengenai pernyataan Menag, Basit menolak kalau Ahmadiyah membentuk agama baru. Dia malah menyayangkan pernyataan Menag yang justru tidak menyinggung pengrusakan dan kekerasan terhadap jamaah Ahmadiyah.Menurut Basit, Ahmadiyah tidak ada bedanya dengan ajaran Islam. Ajaran yang terkandung dalam Ahmadiyah, juga berisikan ajaran untuk salat, haji, zakat, mengucapkan kalimat syahadat, serta ibadah wajib lainnya.
(atq/)











































