SBY Bertemu Xanana Bahas Laporannya ke PBB

SBY Bertemu Xanana Bahas Laporannya ke PBB

- detikNews
Jumat, 17 Feb 2006 06:01 WIB
Jakarta - Sekitar pukul 14.45 WIT, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) akan bertemu dengan Presiden Timor Leste Xanana Gusmao. Pertemuan empat mata ini dilakukan di Istana Tampak Siring, Bali.Pertemuan ini membahas kerjasama bilateral dan melihat peluang baru dalam peningkatan hubungan kerjasama kedua negara. Selain itu, pertemuan ini membahas hasil kunjungan Xanana ke Markas Besar PBB, terkait laporan Komisi Penerimaan, Kebenaran, dan Rekonsiliasi (CAVR) yang menyudutkan pemerintah Indonesia saat negara itu berada di bawah naungan Indonesia."Indonesia mendengar klarifikasi dari pemerintah Timor Leste soal laporannya ke PBB," kata Juru Bicara Deplu Desra Percaya ketika dihubungi detikcom, Jumat (17/2/2006).Menurut Koordinator Komisi Kebenaran dan Persahabatan (KKP) dari Indonesia Benjamin Mangkoedilaga, pertemuan ini mendengarkan laporan hasil kerja setengah tahun KKP dari kedua negara. Dia mengaku tidak tahu apakah dalam pertemuan itu membicarakan pengaduan Xanana ke PBB dan masalah penembakan warga Indonesia oleh polisi Timor Leste."Saya tidak tahu, pembicaraannya empat mata. Yang pasti mendengar kedua belah pihak KKP," kata Benjamin.Dihubungi terpisah, Juru Bicara Departemen Luar Negeri Yuri Thamrin menjelaskan, pertemuan itu merupakan undangan dari Presiden SBY. Pertemuan kedelapan kalinya ini merefleksikan kedekatan kedua negara."Pertemuan ini bertujuan bagaimana untuk mengeksplor wilayah-wilayah kerjasama baru dan memperkuat kerjasama yang ada, juga mendengar laporan KKP yang hampir 6 bulan bekerja," jelasnya.Seperti diketahui, Xanana telah melaporkan hasil investigasi CAVR kepada Sekretaris Jenderal PBB, Kofi Annan, pada 20 Januari lalu. Laporan itu menyebutkan TNI telah membunuh 100 ribu hingga 183 ribu jiwa penduduk Timor Leste selama periode 1975-1999.CAVR merupakan komisi bentukan Pemerintah Timor Leste dan UNTAET (misi PBB di Timor Leste) yang bekerja sejak awal 2002 hingga 2004. Investigasi CAVR ini merupakan hasil kesaksian dari 8.000 orang sipil yang menjadi korban TNI. (atq/)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads