Seekor Harimau Sumatera di Riau Berhasil Ditangkap
Kamis, 16 Feb 2006 22:33 WIB
Riau - Seekor harimau sumatera betina dewasa berhasil ditangkap tim dinas kehutanan Kabupaten Rokan Hilir, Riau. Harimau itu ditemukan masuk dalam perangkap yang dipasang tim kehutanan di dalam kawasan Hak Pengusahaan Hutan (HPH) milik PT Diamon Raya Timber (DRT).Harijal Jalil aktivis lingkungan, LSM Tropika mengungkapkan hal itu kepada detikcom, Kamis (16/02/2006) saat dihubungi per telepon. Harijal menjelaskan, kawasan hutan di Kabupaten Rokan Hilir, Riau selama ini memang dikenal sebagai habitat Harimau Sumatera. Sejumlah pekerja di HPH PT DRT, dalam sebulan ini sudah melaporkan kepada Dinas Kehutanan Rokan Hilir dan Kantor Cabang Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Dumai, akan gangguan harimau. "Atas laporan tersebut Dinas Kehutanan Rokan Hilir dan BKSDA Dumai membentuk tim untuk menangkap harimau dkawasan tersebut. Dari perangkap yang dipasang dalam kawasan hutan, satu ekor harimau betina dewasa dengan panjang 157 cm berhasil ditangkap," kata Harijal.Raja hutan yang ganas itu ditangkap pada Rabu (15/02/2006) sekitar pukul 21.30 WIB. Harimau itu masuk perangkap yang telah dipasang tim dalam sepekan ini dengan umpan satu ekor kambing."Kini harimau sumatera itu dalam perjalanan dari lokasi penangkapan untuk dibawa ke kantor BKSDA Dumai. Saat ini saya masih dalam perjalanan bersama tim untuk mengevakuasi harimau tersebut," jelas Harijal.Di lokasi HPH PT DRT, kata Harijal, para pekerja di lapangan sering diganggu dengan kehadiran harimau sumatera. Pada malam hari, para pekerja sering terdengar suara harimau mengaum. "Malah, dalam sepekan ini, seorang pekerja yang tengah tidur malam sempat mengalami luka pagian pungungnya karena cakaran harimau. Namun buruh lapangan itu bisa selamat atas bantuan rekan-rekannya," kata Harijal.Hasil survei tim, kata Harijal, di areal konsesi HPH itu diperkirakan ada sekitar 4 ekor harimau dewasa. "Dengan tertangkapnya satu ekor tersebut, maka diperkirakan 3 ekor harimau sumatera lainnya masih berada di dalam kawasan HPH tersebut," jelas Harijal.
(atq/)











































