Perhutani dan Polri Tangkap 512 Penjarah Hutan di Jawa

Perhutani dan Polri Tangkap 512 Penjarah Hutan di Jawa

- detikNews
Kamis, 16 Feb 2006 19:02 WIB
Semarang - Kasus penjarahan hasil hutan kian terungkap. Dari hasil Operasi Hutan Lestari (OHL) yang dilakukan sejak 20 Januari hingga 15 Februari di Jawa, Perum Perhutani dan Polri berhasil menangkap 512 orang yang terlibat dalam kasus tersebut. Dirut Perum Perhutani Transtoto Handadhari menyatakan, pihaknya juga masih menyimpan nama-nama yang menjadi target operasi (TO) kelas satu. Dalam waktu dekat, orang-orang yang sudah diketahui identitasnya itu bakal ditangkap."Itu data terakhir hasil OHL pada hari ke-25. Tersangka dan barang bukti sudah pasti akan bertambah terus karena kasusnya masih terus dikembangkan," kata Transtoto kepada kepada wartawan usai rapat evaluasi di Mapolda Jateng, Jl. Pahlawan, Semarang, Kamis (16/2/2006).Berdasar data Perhutani, dari tahun ke tahun jumlah kerugian negara akibat penkarahan hutan terus menurun. Pada tahun 2003 jumlah dana yang dijarah mencapai Rp 248 miliar , 2003 (Rp 109 miliar), 2004 (Rp 81 miliar), dan 2005 (Rp 69 miliar). Untuk tahun 2006, Perhutani menargetkan angkanya menurun hingga Rp 30 miliar."Hal ini cukup baik. Pasalnya, dalam OHL kami hanya menghabiskan dana sekitar Rp 3 miliar. Kalau hasilnya sampai puluhan miliar kan berarti sudah luamayan," paparnya.Transtoto mengungkapkan, sebagian besar kejahatan hasil hutan berpusat di Jawa. Paling tidak, pulau tersebut jadi sirkulasi keluar masuknya kayu. "Karena itu, setelah OHL III, kami banyak menemukan kasus kejahatan hutan di Jawa. Terbanyak di Jawa Timur," imbuhnya.Banyaknya kasus penjarahan hutan yang terungkap kemungkinan besar disebabkan kian sedikitnya ruang pelaku untuk melakukan aksinya. Transtoto mencontohkan, pihaknya menjalin kerja sama dengan 6 ribu desa agar ikut menjaga kawasan sekitar hutan. Dengan cara itu, pelaku kejahatan tak bisa seenaknya lagi menjarah karena harus berhadapan dengan masyarakat setempat. Transtoto berharap kerja sama dengan kepolisian terus ditingkatkan. Paling tidak untuk menggelar operasi serupa di daerah-daerah lain yang dikategorikan rawan illegal logging. "Kerja sama ini sangat bermanfaat bagi penyelamatan aset negara," katanya. (nrl/)


Berita Terkait