Abu Sayaf Mengaku Tak Dianiaya Selama di Tahanan
Kamis, 16 Feb 2006 17:46 WIB
Semarang - Joko Wibowo alias Abu Sayaf risih dengan pemberitaan di media massa yang menyebutkan dirinya dianiaya selama di tahanan Polda Jateng. Dia mengaku berita itu salah. Lho kok? "Saya tidak dianiaya di tahanan. Jadi tidak benar kalau saya sampai dipapah segala. Saya baik-baik saja," kata dia di ruang Kasat Opsnal I Ditreskrim Polda Jateng, Jl. Pahlawan Semarang, Kamis (16/2/2006).Saat membuat pengakuan, Abu Sayaf didampingi penasihat hukumnya, Syaeful Anam. Lelaki berputra satu itu mengenakan kaos warna kuning, celana hitam, dan peci hijau-putih.Abu Sayaf mengungkapkan, selama di tahanan, dia dan teman-temannya yang diduga terlibat jaringan teroris, ditempatkan di sel dan mendapat perlakuan berbeda. Petugas, terutama dari Densus 88, cukup baik.Untuk membuktikan tidak adanya penganiayaan, Abu Sayaf menunjukkan jemari tangannya. Ketika ditanya soal bintik hitam di kukunya, dengan sedikit gugup ia menyatakan, sebelum masuk ke tahanan dia memang pernah 'ditindak'."Tapi itu tidak dianiaya. Mungkin pada waktu itu jawaban saya berbelit-belit sehingga saya harus diperlakukan seperti ini," katanya tanpa memperjelas bentuk perlakuannya.Lelaki yang pernah menjadi sukarelawan di Ambon ini juga menjelaskan, selama di tahanan dia memang tidak diizinkan salat Jumat. Namun ia menerima perlakuan itu karena prosedur pemeriksaan mengharuskan demikian.Ketika ditanya soal surat pernyataan penganiayaan yang ditandatanganinya, ia menjelaskan, pada saat ditandatangani surat itu masih kosong. Ia mengaku tidak tahu jika surat itu diisi pernyataan penganiayaan.Ketika didesak soal isi surat pernyataan itu, Abu Sayaf terlihat sedikit bingung. Ia sempat menoleh pada penasihat hukum yang duduk disebelahnya. Lalu, ia diam.Kepada wartawan, Abu Sayaf meminta untuk tidak membesar-besarkan masalah. Dalam BAP, ia ditangkap bukan sebagai anggota jaringan teroris, tapi hanya masalah kepemilikan senjata api jenis revolver. Senjata itu ia dapatkan dari Ambon ketika menjadi sukarelawan pembagian sembako."Saya baru tahu Subur ya setelah berada di tahanan. Sebelumnya saya memang pernah bertemu dengannya sebanyak tiga kali, tapi tidak tahu kalau ia bernama Subur. Saya juga tidak punya hubungan apa pun dengan dia dan Noordin M Top," katanya panjang lebar.Di sekitar ruang pengakuan Abu Sayaf, 4 tersangka teroris lainnya dikeluarkan dari tahanan untuk pemeriksaan. Dan, hingga saat ini, ada 7 orang yang ditahan dalam kasus tersebut, yakni Joko Suroso, Joko Wibowo (Abu Sayaf), Sri Puji Mulyo, Aditya Triyoga, Ardi Wibowo, Wawan Supriyatin, dan Heri Setya Rahmadi.
(asy/)











































