4 Capres Kuat PDIP, Ahok Dinilai Paling Tak Berpeluang

Rahel Narda Chaterine - detikNews
Selasa, 23 Feb 2021 17:37 WIB
Massa DPC PDI Perjuangan Jakarta Timur (Jaktim) melakukan longmarch dari Jalan Matraman Raya menuju Polres Jakarta Timur.
Ilustrasi (Rifkianto Nugroho/detikcom)
Jakarta -

Empat nama kader PDI Perjuangan (PDIP) muncul dalam hasil survei Lembaga Survei Indonesia (LSI) terkait calon presiden (capres). Nama tersebut ialah Ganjar Pranowo, Tri Rismaharini atau Risma, Basuki Tjahaja Purnama (BTP), dan Puan Maharani.

Peneliti LSI Djayadi Hanan menilai nama tersebut masih memiliki peluang besar untuk maju di Pilpres 2024. Namun untuk nama BTP atau Ahok dinilai agak sulit karena memiliki kasus hukum di masa lalu.

"Masih berpeluang semua. Masih berpeluang semua. Kecuali mungkin kalau Pak Ahok mungkin agak sulit ya karena ya apa namanya karena mungkin pernah mengalami kasus hukum. Mungkin itu akan menjadi batu sandungan gitu, apa, tapi terutama kalau Pak Ganjar, Bu Risma, Bu Puan itu kan, ya semuanya masih berpeluang," kata Djayadi saat dihubungi, Selasa (23/2/2021).

Setidaknya, menurut Djayadi, para kader PDIP harus mampu meraup elektabilitas hingga mencapai 50 persen agar aman maju Pilpres 2024. Karena itu, ia menilai keempat nama kader PDIP yang ada dalam survei LSI belum berpeluang besar.

Djayadi pun menilai kinerja dan sosialisasi dari keempat kader PDIP tersebut akan berpengaruh terhadap elektabilitas mereka. Menurutnya, calon yang nantinya memiliki elektabilitas dominan akan dipertimbangkan PDIP untuk maju Pilpres 2024.

"Tergantung apakah mereka mampu bersosialisasi lebih kuat nanti. Kalau ada yang dominan banget, tentukan jadi pertimbangan juga. Tapi kan sekarang belum ada yang dominan gitu," ucapnya.

Djayadi pun mencontohkan Ganjar perlu melakukan sosialisasi lebih gencar dengan cakupan wilayah yang lebih luas. Kemudian, Risma diminta memanfaatkan momen selama menjabat Mensos di masa pandemi COVID-19.

"Misalnya kalau Pak Ganjar, dia harus mensosialisasi lebih jauh ke masyarakat Indonesia secara lebih luas kan. Nggak hanya di Jawa Tengah, misalnya," ucapnya.

"Atau Ibu Risma mungkin juga dengan posisi dia sebagai Menteri Sosial punya panggung untuk bersosialisasi lebih luas di tingkat nasional. Apalagi di masa pandemi dia punya kesempatan untuk tampil lebih banyak kan karena Mensos menjadi leading sektor dalam program bansos, misalnya," sambungnya.

Djayadi juga memberikan analisis terkait potensi Prabowo Subianto dan Puan Maharani maju Pilpres 2024. Simak halaman selanjutnya.

Simak video 'Prabowo-Ganjar-Anies di Lingkaran Pilpres 2024 Versi LSI':

[Gambas:Video 20detik]



Selanjutnya
Halaman
1 2