Gubernur Jateng: Depopulasi Unggas Harus Hati-hati
Kamis, 16 Feb 2006 14:47 WIB
Solo - Untuk memberantas penularan flu burung, pemusnahan massal (depopulasi) unggas dipilih jadi salah satu solusi. Gubernur Jawa Tengah (Jateng) Mardiyanto akan sangat hati-hati melakukan hal ini, karena akan langsung menyangkut perekonomian rakyat. "Pelaksanaannya nanti harus sangat berhati-hati karena ini menyangkut langsung ke perekonomian orang banyak dan yang berhak menentukan itu hanya Dinas Peternakan dan Dinas Kesehatan," ujar Mardiyanto usai menghadiri pembukaan turnamen tenis meja internasional Solo Open I di GOR Bhineka, Solo, Kamis (16/2/2006).Karena itu, Mardiyanto meminta kedua dinas tersebut betul-betul mengambil pertimbangan paling tepatsebelum memutuskan pemusnahan. "Saya minta juga kepada para peternak agar merelakan unggasnya bila memang positif terkena flu burung untuk dimusnahkan, karena dapat membahayakan manusia," lanjut dia. Seperti diketahui, Jateng termasuk salah satu dari lima provinsi yang masuk dalam proyekdepopulasi ternak unggas seperti yang diumumkan Pemerintah Pusat. Empat daerah lainnya adalah DKI Jakarta, Jabar, Banten dan Lampung.Mardiyanto menyatakan pihaknya mendukung keputusan Pemerintah Pusat tersebut, namun diperlukan langkah-langkah tertentu dalam pelaksanaanya, mengingat kasus tersebut berkaitan langsung dengan usaha rakyat. Meskipun pemerintah telah mengeluarkan aturan pemusnahan, kata dia, kenyataan di lapangan akan mengalami kendala."Karena itulah maka saya menghimbau kesadaran para peternak. Untuk seekor unggas yang dimusnahkan terkena positif flu burung, pemerintah akan memberikan ganti rugi sebesar Rp 10 ribu," papar Mardiyanto.Enam Orang MeninggalLebih lanjut Mardiyanto mengatakan, sejak merebaknya wabah flu burung, telah tercatat enam warga Jateng yang meninggal. Enam orang itu, jelas Mardiyanto, keenam warga yang bekerja di luar provinsi atau warga asal Jateng yang telah pindah dan menetap di provinsi lain. Saat para korban meninggal, jenazahnya dibawa ke daerah asalnya di Jateng untuk dimakamkan."Belum ditemukan warga kami yang menetap di daerahnya sendiri meninggal karena flu burung. Ada beberapa suspect namun dapat sembuh. Flu burung di daerah kami masih melanda unggas, paling banyak ternak puyuh. Namun demikian bukan berarti warga kami tidak perlu berhati-hati," kata dia.
(asy/)











































