Wong Cilik Ngiler Moge, Dapatnya Hotel Prodeo
Kamis, 16 Feb 2006 14:21 WIB
Jakarta - Ini masih cerita soal moge, dari sisi 'ringan'-nya. Di Indonesia, motor gede (moge) identik dengan prestasi kinclong. Maklum, yang punya pada umumnya orang berduit dan berpangkat.Tapi tak cuma orang kelas menengah ke atas saja yang ingin bermoge ria. Kalangan bawah pun ngiler.Seperti halnya Jimi Tukul (41) dan Slamet Riyadi (38) alias Ujang ini. Kedua buruh pelabuhan ini tertarik nunggang moge untuk bergaya di kampung halamannya di Indramayu, Jawa Barat, sana.Tapi apa lacur, keduanya hanyalah buruh pelabuhan belaka. Punya moge bak pungguk merindukan bulan.Tapi bukannya tak ada cara alternatif. Begitu melihat motor Harley Davidson terparkir di halaman rumah Bay Tatu Wijaya, Jalan Mundu, Kelurahan Tugu Utara, Koja, Jakarta Utara, mereka pun beraksi.Sebagaimana ditulis harian Kompas 9 Februari lalu, yang ada di kepala mereka saat mencuri pada pagi buta sekitar pukul 02.00 hanyalah bagaimana supaya bisa ngeceng dengan moge yang saat itu terparkir di halaman rumah Bay. Tanpa pikir panjang, keduanya mengambil gunting besar dan merusak pagar rumah Bay.Harley Davidson warna hitam bernomor polisi B 4054 RS pun digondol. Tapi itu bukan perkara mudah. Mengendarai moge ternyata tak semudah naik motor biasa.Mereka pusing karena tak sanggup menghidupkan mesin Harley Davidson buatan tahun 1986 itu. Tapi mereka tidak menyerah. Moge itu pun mereka dorong melalui gang-gang sempit di kawasan Koja hingga tiba di rumah Slamet di Jalan Mundu Blok K, RT 12 RW 18, Kelurahan Lagoa, yang berjarak sekitar satu kilometer dari rumah korban.Seharian penuh setelah mencuri, keduanya masih saja bingung karena belum juga bisa menghidupkan mesin motor itu. Setelah hampir putus asa, mereka meminta bantuan tukang bengkel. Jahidin, si tukang bengkel, sempat curiga, tetapi di bawah paksaan dan iming-iming Rp 100.000, ia utak-atik mesin Harley curian itu hingga hidup.Malam harinya, sekitar pukul 21.00, keduanya mulai bergaya dengan motor Harley. Tukul di jok depan, sementara Slamet membonceng di belakang. Mereka pun menuju Indramayu, kampung halaman Slamet. "Buat mejeng di sana," kata Tukul sambil cengengesan di sel Polsek Koja, Jakarta Utara.Namun, karena mereka memang tidak bisa mengendarai moge, Harley pun kembali mogok di tengah jalan. Kali ini mereka tidak memanggil tukang bengkel, melainkan menyetop mobil pick up B 9802 YR agar diantarkan ke Indramayu dengan ongkos Rp 350.000.Setelah berjalan sekitar empat jam dan tiba di daerah Patrol di jalur pantura mobil sewaan itu mogok. Saat mogok inilah datang anggota Polres Indramayu menanyakan kelengkapan surat-surat kendaraan. Namanya juga motor curian, sudah pasti tidak ada suratnya.Tukul dan Slamet pun dicokok anggota polisi itu, yang kemudian menyerahkan keduanya ke Polres Metropolitan Jakarta Utara. Moge memang impian semua orang.
(nrl/)











































