Gara-gara Darah di Kentang Goreng, McDonald's Dituntut

Gara-gara Darah di Kentang Goreng, McDonald's Dituntut

- detikNews
Kamis, 16 Feb 2006 14:25 WIB
Jakarta - Restoran cepat saji McDonald's digugat pelanggannya. Gugatan itu dilayangkan seorang perempuan yang menemukan darah dalam pembungkus kentang goreng (french fries). Hah?!Kejadian mengejutkan ini terjadi di North Carolina, Amerika Serikat. Lora Davis kaget bukan kepalang ketika melihat bercak darah tersebut. Perempuan berusia 42 tahun itu menuntut McDonald's Corporation untuk memberikan ganti rugi."Awalnya saya merasa tidak percaya. Kemudian takut," ujar perempuan AS berusia 42 tahun itu seperti dilansir kantor berita Associated Press, Kamis (16/2/2006).Davis membeli makanan itu di outlet McDonald's di Gastonia, North Caroline pada 26 November 2005. Perempuan AS itu kemudian memakan kentang goreng itu di meja kantornya. Saat akan menghabiskan makanan favoritnya itu, Davis melihat darah tersebut.Dia langsung menelepon restoran beken khas AS dan berbicara dengan asisten manajer yang langsung minta maaf. Tak lama, asisten tersebut menelepon balik dan memberitahu bahwa darah itu berasal dari tangan seorang pegawai yang teriris pisau. Pegawai yang tidak disebutkan namanya itu kemudian dipecat dari pekerjaannya.Davis kemudian ke dokter untuk menjalani pemeriksaan apakah dirinya telah terkena penyakit menular akibat insiden itu. Namun karena merasa diacuhkan oleh perusahaan McDonald's, Davis mengajukan gugatan hukum di Pengadilan Tinggi Wilayah Gaston pada 3 Februari lalu.Menurut pengacara Davis, beberapa upaya damai telah dilakukan untuk mencapai kesepakatan. Namun sejauh ini, upaya itu belum membuahkan hasil.Menurut Davis, kejadian itu sungguh-sungguh membuatnya bergidik. Karena takut akan penyakit menular, perempuan itu masih terus memeriksakan darahnya, meskipun dia tidak mengalami sakit apapun.Dikatakan Davis, akibat trauma itu, selama 6 atau 7 bulan dia berhenti makan di luar, lebih-lebih lagi di restoran McDonald's. "Saya muak tiap kali memikirkannya," cetus Davis. (ita/)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads