Aksinya Viral di Medsos, Fansa Minta Difasilitasi Tempat untuk Parkour

Matius Alfons - detikNews
Selasa, 23 Feb 2021 09:04 WIB
Screenhot video dan foto-foto diambil dari IG marhaenis_fansa. Pria bernama Fansa itu sudah memberikan izin untuk diambil screenshot video saat beraksi
Praktisi Parkour, Marhaenis Fansa, Usai Melakukan Aksi Parkour di Flyover Kemayoran (Dok. Istimewa)
Jakarta -

Praktisi parkour, Marhaenis Fansa, viral di media sosial karena aksi parkour dari atas flyover Kemayoran, Jakarta Pusat. Fansa mengaku tidak ingin cari masalah atas aksinya itu.

Untuk itu, ia pun meminta pemerintah memfasilitasi komunitas parkour untuk membuatkan tempat khusus agar bisa mengekspresikan hobinya dalam berolahraga ekstrem.

"Saya nggak ingin konflik dengan siapa-siapa, dari kami pun sebenarnya kami nggak ada nyari masalah sama polisi atau warga sekitar atau pengendara, kita hanya melatih diri kita. Mungkin pesannya, kalau misalkan kita latih diri kita tapi tempatnya salah, kami mohon ke Presiden, atau Gubernur, atau pengelola tempat, buatkan kami tempat parkour yang layak," kata Fansa saat dihubungi, Senin (22/2/2021) malam.

Fansa mengaku melakukan aksi di flyover Kemayoran lantaran keterbatasan tempat. Dia memastikan akan lebih memilih tempat yang lebih aman jika disiapkan tempat khusus parkour.

"Sekarang banyak skate park, Kalijodo buat BMX, buat parkour nggak ada, kita nggak pernah dilihat. Kalau saya ada tempatnya, saya bakal memilih disiapkan tempatkan," ucapnya.

Terkait aksi parkour dari atas flyover Kemayoran, Fansa mengaku sudah mempersiapkan diri secara fisik dan mental sejak 2018. Setelah merasa siap, dia melakukan aksi parkour yang cukup membahayakan dari atas flyover Kemayoran ke gedung yang berada di bawahnya.

"Saya sebetulnya serem, tapi bagi saya lawan rasa takut saya. Oh kalau sebenarnya kodratnya manusia, semua atlet parkour juga ada takut, tapi yang kita cari itu cara buat handle rasa takut itu, saya nggak asal coba, saya ukur semua kemungkinan kalau saya salah saya siap tanggung jawab, tapi balik laginya kami lakukan itu nggak semata-mata nekat dan bunuh diri, kita ada latihan dan prosesnya," ujarnya.

Sebelumnya, Fansa menjelaskan motivasinya melakukan parkour di flyover Kemayoran. Dia mengaku sudah mempersiapkan aksinya sejak 2018. Ia mengaku sudah mempertimbangkan aspek keselamatan.

"Beberapa hari sebelumnya saya cek spot dulu, ngeliat, sampai awalnya liat spot dari GMaps dari fotonya, oke bisa. Baru lihat langsung cek spot, jarak seberapa kira-kira, itu malem-malem juga bisa nggak ya, itu memang sudah lihat, kendaraan yang lewat, seberapa, di jam berapa sepinya dan gimana supaya nggak membahayakan gimana, supaya nggak undang kecelakaan juga. Angin saya ukur, hujan juga saya ukur, sampai saya ukur semua, udah diukur semua, saya latihan di rumah," sebutnya.

Aksi Fansa ini viral di media sosial. Kejadian itu juga membuat polisi turun tangan.

Satuan Patroli Jalan Raya (PJR) Ditlantas Polda Metro Jaya mengecek ke lokasi kejadian tadi malam. Hasil pengecekan polisi malam ini, diketahui aksi tersebut dilakukan di flyover Kemayoran, Jakarta Pusat.

"Iya itu di jalan arteri arah Benyamin Sueb, itu tidak boleh. Itu perbuatan yang sangat berbahaya bagi pelaku maupun pengguna jalan," kata Kasat PJR Ditlantas Polda Metro Jaya Kompol Akmal saat dihubungi, Senin (22/2).

Akmal mengatakan tindakan pria tersebut berpotensi menimbulkan kecelakaan. Selain itu, tindakan pria tersebut membahayakan diri sendiri.

"Kepada warga, tidak boleh melakukan apapun bentuk kegiatan di area jalan raya, karena sangat berbahaya dan berisiko, bisa menyebabkan kecelakaan yang dampaknya fatal," ucapnya.

(maa/mea)