detik's Advocate

Bukti Tanah Warisan Saya Hanya Girik, Bisakah Menang di Pengadilan?

Tim detikcom - detikNews
Selasa, 23 Feb 2021 08:33 WIB
Ilustrasi Palu Hakim
Ilustrasi Pengadilan (Ari Saputra/detikcom)
Jakarta - Kasus tanah bermula dari banyak hal, seperti soal bukti kepemilikan yang salah satunya adalah girik. Bahkan tanah yang sudah memiliki Sertipikat Hak Milik (SHM) juga masih bisa ditemukan silang sengketa. Bagaimana penyelesaiannya?

Hal itu diceritakan oleh keluarga Imam yang mendapatkan warisan 1.000 meter persegi tetapi ternyata bukti tanah yang dimiliki hanya girik. Sengketa pun menjadi rumit. Berikut ini pertanyaan lengkap Imam:

Selamat pagi. Mohon izin mengganggu.

Perkenalkan saya Iman

Kebetulan permasalahan yang akan saya tanyakan adalah terkait warisan bapak mertua saya. Istri saya salah satu dari ahli waris bapak.

Bapak mertua mempunyai sebidang tanah 1.000 meter persegi, tertulis di girik asli yang kami pegang.

Tanah tersebut sekarang dikuasai beberapa orang, salah satunya adalah kerabat lurah setempat dan semua ini diketahui. Bahkan Sekcam sebagai pelaku juga penjualan tanah bapak mertua.

Surat yang kami punya Girik Asli yang sudah ditandatangani Kepala Desa, Sekdes waktu itu. Juru tulis dan sah resmi tercatat di IREDA.

Permasalahannya, di buku besar girik, nomor girik orang tua tidak ada tertulis. Saksi hidup ada sebelah tanah yang pernah membeli sebagian dari 1.000 meter tersebut.

Mohon penjelasan kami harus bagaimana?
Apakah ada referensi untuk pengacara yang bisa membantu kami?

Untuk mendapatkan jawaban pertanyaan di atas, tim detik's Advocate meminta jawaban dari advokat Edy Gurning, SH, MSi.

Berikut ini jawabannya:

1. Terkait dengan Girik dan IREDA (mungkin yang bapak maksud adalah IPEDA (Iuran Pembangunan Daerah)). Bahwa yang perlu diketahui, Girik dan IPEDA bukan merupakan suatu bukti kepemilikan tanah mutlak, akan tetapi merupakan suatu tanda pembayaran pajak (saat ini seperti PBB).

2. Untuk meningkatkan pembuktian yang mutlak, ahli waris dapat mengajukan hak atas tanah untuk pertama kali ke kantor pertanahan dengan persyaratan adanya riwayat tanah (dikutip dari letter C) serta surat keterangan tidak dalam sengketa yang diketahui oleh Kepala desa/Lurah, penguasaan fisik, dan bukti-bukti pembayaran pajak.

3. Namun saat ini masalahnya adalah nomor girik tidak tercatat dalam buku besar. Yang dapat dilakukan saat ini oleh ahli waris adalah meminta keterangan tertulis dari kelurahan terkait dengan riwayat tanah. Jika riwayat tanah dimaksud dikeluarkan dengan tidak mencantumkan girik yang ahli waris pegang, maka sudah muncul sengketa di dalamnya.

4. Upaya terakhir yang dapat dilakukan oleh ahli waris adalah mengajukan gugatan ke pengadilan negeri terkait dengan kepemilikan tanah dimaksud yang disertai dengan bukti-bukti surat yang dimiliki oleh ahli waris serta saksi-saksi.

Demikian disampaikan, semoga dapat membantu. Terima kasih.

Edy Halomoan Gurning, SH, MSi

Edy Gurning & Partners
Gedung Gajah Blok AF-AG Lantai 2
Jl. Dr Saharjo Kav. 111,
Tebet Jakarta Selatan

Tentang detik's Advocate

detik's Advocate adalah rubrik di detikcom berupa tanya-jawab dan konsultasi hukum dari pembaca detikcom. Semua pertanyaan akan dijawab dan dikupas tuntas oleh para pakar di bidangnya dan akan ditayangkan di detikcom, baik dalam bentuk artikel maupun visual.

Pembaca boleh bertanya semua hal tentang hukum, baik masalah pidana, perdata, keluarga, hubungan dengan kekasih, UU Informasi dan Teknologi Elektronik (ITE), hukum merekam hubungan badan (UU Pornografi), hukum waris, maupun perlindungan konsumen dan lain-lain.

Identitas penanya bisa ditulis terang atau disamarkan, disesuaikan dengan keinginan pembaca. Semua identitas penanya kami jamin akan dirahasiakan.

Pertanyaan dan masalah hukum/pertanyaan seputar hukum di atas, bisa dikirim ke kami ya di e-mail:

redaksi@detik.com dan di-cc ke-email: andi.saputra@detik.com

Semua jawaban di rubrik ini bersifat informatif belaka dan bukan bagian dari legal opinion yang bisa dijadikan alat bukti di pengadilan serta tidak bisa digugat.

Salam
Tim Pengasuh detik's Advocate (asp/mae)