Sutiyoso: Jabar dan Banten Belum Paham Megapolitan
Kamis, 16 Feb 2006 12:19 WIB
Jakarta - Megapolitan bawa keuntungan. Itulah komentar Gubernur DKI Jakarta Sutiyoso menyusul penolakan Jawa Barat dan Benten atas usulan konsep megapolitan."Penolakan itu belum ada kepahaman. Kalau sudah paham apa itu megapolitan, pasti akan menerima karena membawa keuntungan," kata Gubernur Sutiyoso sebelum rapat dengar pendapat umum dengan Pansus RUU tentang Pemerintah Daerah dan Daerah Ibukota di Gedung DPR/MPR, Senayan, Jakarta, Kamis (16/2/20006).Sutiyoso memastikan konsep megapolitan akan berbeda dengan tata ruang ibukota saat ini. Seperti apa konsep tata ruangnya? "Itu sangat teknis. Ya nanti kalau sudah ada koordinator yang ditunjuk pada pemerintah akan punya tugas mengatur tata ruang jabodetabek ini menjadi sinergis," urainya.Gubernur Jawa Barat Danny Setiawan dan Pelaksana Tugas Gubernur Banten Ratu Atut Chosiyah sebelumnya menolak dengan tegas apabila dalam penerapan konsep megapolitan Jakarta menghilangkan wilayah administratif di daerah Jabar dan Banten.Danny mengaku setuju penerapan megapolitan asalkan dalam realisasi menguntungkan kedua belah pihak. Sedangkan Ratu Atut menolak jika megapolitan ditujukan untuk mengubah status adminstratif kabupaten dan kota Tanggerang. Pasalnya, Banten akan kehilangan sekitar 90 persen potensi pendapatan asli daerah (PAD). Hal ini mengingat sebagian besar PAD Provinsi Banten berasal dari Kota dan Kabupaten Tangerang.
(aan/)










































