Organda Siapkan Bajaj Rekondisi, Tarikannya Mantap Man!
Kamis, 16 Feb 2006 11:51 WIB
Jakarta - Banyak cara dilakukan pengusaha bajaj agar kendaraan roda tiga ini masih bisa diterima di ibukota. Selain Bajaj BBG, mereka juga berencana meluncurkan bajaj rekondisi. Tarikannya dijamin lebih mantap.Sebab mesin Bajaj yang selama ini menggunakan mesin 2 tak diubah menjadi 4 tak, sehingga emisi gas buangnya jauh di bawah ambang batas sesuai surat keputusan Dirjen Angkutan Darat Dephub.Selain itu suaranya tidak lagi bising dan interior Bajaj diubah sehingga membuat penumpang lebih nyaman."Bawa Bajaj rekondisi ini seperti membawa motor, tidak perlu pakai kopling dan kekuatannya juga lebih mantap," ungkap Tatang Sutara (40), pengemudi Bajaj rekondisi yang kini tengah diuji coba DPD Organda Provinsi DKI Jakarta di Kantor DPD Organda Provinsi DKI Jakarta, Jalan Taruna, Rawamangun, Kamis (16/2/2006).Hingga kini baru dua Bajaj yang direkondisi dan diuji coba sejauh 25 ribu km. Uji coba sudah dilakukan selama dua tahun dan hari ini adalah uji coba terakhir dengan rute Jakarta-Puncak-Cianjur.Ketua Umum DPD Organda Provinsi DKI Jakarta Djauhari Parangin-angin menyebutkan, tujuan rekondisi Bajaj ini untuk mengurangi biaya yang harus dikeluarkan pengusaha. Pasalnya, harga Kancil dan Bajaj India yang disarankan Pemda DKI untuk menggantikan Bajaj lama masih terlalu tinggi."Karena itu sejak 2 tahun lalu, Organda bekerjasama dengan PT Amaria Vinata berupaya merekondisi Bajaj yang ada," katanya. Bajaj rekondisi ini harganya jauh lebih murah, yakni sekitar Rp 8-Rp 12 juta. Keuntungan lain lagi, Bajaj ini tidak perlu lagi memakai oli campur dan lebih hemat dalam pengunaan bahan bakar. "Kami juga berencana menggunakan bahan bakar gas, tapi saat ini masih terlalu mahal alatnya," kata Djauhari.Meski lebih mantap, pihak pengusaha menjamin, pengemudi tidak akan terbebani dan tidak terlalu berpengaruh besar terhadap setoran.Ketua Paguyuban Pemilik dan Pengusaha Bajaj Jakarta Selatan H Emir Effendi menyebutkan, Bajaj rekondisi mengurangi beban pengemudi untuk biaya BBM. Sebab bensin yang digunakan hanya 60 persen dari Bajaj lama dan tidak perlu memakai oli campur."Setorannya berdasarkan kesepakatan para pemilik Bajaj ditambahkan Rp 8.000 dari setoran lama yang besarnya Rp 35.000," katanya. Namun untuk mengoperasikan Bajaj rekondisi ini, pihak pengusaha masih menunggu izin dari Gubernur DKI Sutiyoso. Setelah uji coba berakhir, pihak Organda rencananya akan mendatangi gubernur untuk minta izin. Diharapkan Maret nanti izin sudah diperoleh. Jika izin sudah dikantongi, PT Amaria Vinata siap merekondisi 1.000 Bajaj yang kini sudah antre.
(umi/)











































