Baru Selesai 43,5%, Jembatan Suramadu Molor Sampai 2008
Rabu, 15 Feb 2006 19:55 WIB
Jakarta - Jembatan Suramadu yang menghubungkan Surabaya dan Bangkalan, Madura, gagal memenuhi target waktu selesai 2007 dan akan molor sampai 2008. Jembatan ini baru selesai 43,5%, karena kecilnya kucuran dana APBN. "Keterlambatan karena kurangnya alokasi dana yang dianggarkan dari APBN yang jumlahnya cuma Rp 150 M," ujar Pemimpin Induk Pelaksana Pembangunan Jembatan Suramadu AG Ismail, Rabu (15/2/2006).Ditemui di kantornya, di Departemen PU, Jl. Raden Patah, Jakarta Selatan, Ismail menjelaskan dana Rp 150 M dari APBN dialokasikan Rp 123,8 M untuk jembatan dan Rp 36 M untuk jalan akses jembatan. Jalan akses pun baru selesai 33 persen, baik sisi Surabaya dan Madura."Kita kecewa ini lepas dari target waktu. Bagaimanapun juga kita harus menyelesaikan proyek ini tahun 2008," tuturnya dengan kecewa.Pembangunan jembatan masih membutuhkan Rp 658,1 M, dan untuk jalan akses, kurangnya Rp 293 M. "Untuk menutup kekurangan dana, kita akan coba mengajukan secepatnya dari APBN-P dan melibatkan investor lokal," imbuhnya.Proyek pembangunan jembatan Suramadu telah dimulai sejak tahun 2003. Panjang jembatan ini mencapai 3,2 km. Panjang total dengan jalan aksesnya mencapai 5,4 km. Jembatan ini memiliki tinggi 35 meter di atas permukaan laut dan lebar 30 meter.Pembangunan bentang tengah jembatan baru dikerjakan sejak 19 November 2005 dengan dana bantuan dari Cina sebesar Rp 1,7 triliun. Selain masalah molornya proyek, jembatan Suramadu masih menghadapi masalah pembebasan tanah untuk jalan akses.
(fay/)











































