Tim Kesehatan Singapura Cek Kondisi Lab RSHS Bandung
Rabu, 15 Feb 2006 18:23 WIB
Bandung - Tim Kesehatan Singapura hari ini berkunjung ke Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung. Tim ini rencananya akan mengecek kondisi laboratorium yang dimiliki oleh RSHS Bandung dalam menangani kasus flu burung. Rencananya, laboratorium RSHS Bandung akan dikembangkan menjadi laboratorium yang mampu menganalisis darah suspect flu burung. Tim kesehatan Singapura ini juga dalam waktu dekat ini akan memberikan bantuan peralatan laboratorium tersebut. Termasuk memberikan sejumlah pelatihan kepada peneliti RSHS Bandung. "Kita termasuk yang terpilih. Karena kita dianggap sudah bagus sumber daya manusianya. Laboratorium kita sudah cukup baik," ungkap Direktur Utama RSHS Bandung, DR.Cissy Rahyana Sujana saat ditemui di RSHS Bandung, Jalan Pasteur, Bandung, Rabu (15/2/2006). Menurutnya, langkah pengembangan laboratorium RSHS Bandung tersebut dinilai sangat membantu dalam proses penanganan sejumlah kasus pasien flu burung. Selain itu, pihak RSHS Bandung juga tak perlu menunggu lama untuk mengetahui hasil pemeriksaan darah pasien flu burung. Hingga saat ini, menurutnya, pihak RSHS Bandung telah menangani pasien flu burung sebanyak 20 orang. Selain bantuan dari Singapura, beberapa negara yang akan membantu laboratorium flu burung di Indonesia antara lain dari Amerika, Kanada, Jerman dan Jepang. Saat ini pasien yang masih dirawat intensif di ruang isolasi infeksi khusus Flamboyan adalah Kusnandang, 50 tahun warga Subang. Kusnandang dirawat di RSHS sejak Sabtu (11/2/2006) dengan kondisi khusus pada gejala terinfeksi virus flu burung. Kusnandang mengalami demam tinggi dengan suhu tubuh 37 derajat celcius. Dari hasil pemeriksaan serulogis darah Kusnandang menunjukan positif. Namun propablenya masih negatif. Termasuk pemeriksaan pada darah dan lendirinya. Saat ini pemeriksaan darah Kusnandang masih diperiksa di Hongkong.
(jon/)











































