Ma'ruf Tak Ingin Umat Islam Berpikir Sempit, Contohkan yang Tak Percaya COVID

Lisye Sri Rahayu - detikNews
Senin, 22 Feb 2021 21:34 WIB
Wakil Presiden Maruf Amin di Balai Rehabilitasi Pangudi Luhur Bekasi
Wapres Ma'ruf Amin (dok. Setwapres)

Berpikir sempit, kata Ma'ruf, adalah salah satu penyebab sifat egois. Ma'ruf mengatakan bahwa berpikir sempit juga memunculkan pola pikir yang menyimpang.

"Cara berpikir sempit itu juga merupakan salah satu penyebab munculnya sifat egoistik, tidak menghargai perbedaan pendapat serta tidak mau berdialog. Cara berpikir sempit juga bisa melahirkan pola pikir yang menyimpang dari arus utama atau bahkan menjadi radikal yang dapat menjustifikasi kekerasan dalam menyelesaikan masalah," jelasnya.

"Cara berpikir sempit seperti itu menghambat dan kontra produktif terhadap upaya membangun kembali peradaban Islam. Hal itulah yang menjadi salah satu penyebab mengapa banyak negara berpenduduk Muslim masih tergolong under developed country dan mengalami ketertinggalan dalam bidang ekonomi, pendidikan, iptek dan bidang lainnya," lanjutnya.

Ma'ruf Amin juga memaparkan cara berpikir yang menjadi sumber terbentuknya peradaban Islam. Yaitu cara berpikir yang wasathy.

"Oleh karena itu, cara berpikir seperti apa yang bisa menjadi sumber terbentuknya peradaban Islam sebagaimana terjadi di era keemasan Islam? Jawabannya adalah cara berpikir wasathy, yaitu cara berpikir yang moderat, dinamis, namun tetap dalam koridor manhaji dan tidak ekstrem," tutur dia.

Halaman

(lir/knv)